Ditemukan, jasad jurnalis Meksiko yang dibunuh

Terbaru  19 Mei 2012 - 15:16 WIB

Jasad jurnalis Marco Antonio Avila Garcia ditemukan dalam kondisi menyedihkan.

Jasad jurnalis Meksiko yang diduga dibunuh mafia obat bius ditemukan di pinggir jalan di negara bagian Sonora bagian utara, Meksiko, Jumat (18/05) waktu setempat dalam kondisi penuh bekas siksaan.

Marco Antonio Avila Garcia, jurnalis yang berusia 39 tahun, diculik orang-orang bersenjata dan mengenakan topeng, pada Kamis (17/05) ketika dia menunggu mobilnya sedang dicuci.

Keterangan polisi menyebutkan, jasad Avila Garcia yang penuh bekas siksaan, dibungkus dalam tas hitam dan dibuang di pinggir jalan.

Di dalam tas tersebut, polisi menemukan sebuah pesan yang menyebutkan bahwa Garcia diculik oleh kelompok kartel obat bius.

Sebelum diculik, Garcia yang bekerja untuk Harian El Regional de Sonora, acap melaporkan tentang kejahatan mafia narkoba.

Komnas HAM Meksiko menuntut agar otoritas terkait melakukan penyelidikan dan mengungkap siapa pelakun pembunuhan Garcia.

"Kami juga menyatakan bahwa perbuatan keji terhadap wartawan tidak bisa ditoleransi," demikian pernyataan Ketua Komnas HAM Meksiko, Raul Plascencia Villanueva.

Paling berbahaya

Dalam beberapa tahun terakhir, Meksiko dikenal sebagai salah satu negara paling berbahaya bagi para jurnalis.

Komisi Perlindungan untuk Wartawan menyebutkan, lebih dari 45 jurnalis mati terbunuh atau menjadi korban penculikan sejak 2006 lalu.

"Kami menyatakan bahwa perbuatan keji terhadap wartawan tidak bisa ditoleransi."

Ketua Komnas HAM Meksiko, Raul Plascencia Villanueva.

Awal Mei, kepolisian Meksiko juga menemukan jasad dua orang jurnalis foto serta mantan wartawan Meksiko.

Seperti kondisi Garcia, jasad mereka ditemukan dalam kondisi menyedihkan dan dibuang di pinggir jalan.

Hasil penyelidikan otoritas terkait menyatakan para wartawan naas tersebut merupakan korban kejahatan mafia obat bius.

Jasad para jurnalis pada awal Mei itu, ironisnya, ditemukan bertepatan pada Hari Kebebasan Pers Internasional.

Meksiko dikenal sebagai negara yang menjadi ajang pembantaian yang dilakukan berbagai kelompok mafia narkoba. Salah-satu kelompok itu menyebut dirinya sebagai Zetas, yang bersaing dengan kelompok lainnya yang berebut rute penyelundupan ke wilayah Amerika Serikat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.