Anwar Ibrahim mengaku tidak bersalah

Terbaru  22 Mei 2012 - 14:02 WIB
Anwar Ibrahim tiba di pengadilan Kuala Lumpur, 22 Mei 2012.

Anwar Ibrahim terancam tidak boleh ikut pemilu jika dinyatakan bersalah.

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengaku tidak bersalah atas dakwaan melanggar undang-undang aksi protes jalanan.

Anwar Ibrahim dan dua orang rekannya didakwa melanggar pidana karena menggelar aksi protes massa di jalanan menuntut reformasi pemilu yang berlangsung April lalu.

Aksi tersebut berlangsung di saat pemerintah akan mengumumkan pelaksanaan pemilu.

Jika terbukti bersalah, pemimpin oposisi tersebut akan didiskualifikasi dari pencalonan dan kemungkinan hukuman penjara enam bulan serta denda.

Anwar Ibrahim menyatakan tuntutan tersebut penuh dengan konspirasi politik.

"Kami akan bertarung. Ini adalah intimidasi politik,'' kata Anwar di pengadilan.

Dia menuduh Perdana Menteri Najib Razak takut menghadapinya dalam sebuah pemilihan.

Persidangan kasus ini dijadwalkan akan digelar 2 Juli mendatang.

Tindakan kekerasan

"Kami akan bertarung. Ini adalah intimidasi politik."

Anwar Ibrahim

Tuntutan terhadap Anwar Ibrahim ini berdasarkan aksi massa yang berlangsung pada tanggal 28 April silam.

Saat itu Anwar Ibrahim berpidato di hadapan ribuan orang pendemo.

Para pendemo berjalan kali di jalanan ibukota, Kuala Lumpur, dalam sebuah aksi masa terbesar di Malaysia dalam satu dekade terakhir, menuntut perubahan sistem pemilihan umum.

Mereka meyakini sistem yang sekarang memihak pemerintahan koalisi perdana menteri yang berkuasa sejak lama.

Aksi protes yang diberi nama 'Bersih' ini berakhir ricuh setelah polisi membubarkan massa dengan menggunakan tembakan gas air mata dan pukulan tongkat.

Ratusan orang ditangkap pasca aksi protes.

Sebuah pernyataan pemerintah Senin (21/05) kemarin mengatakan: ''Jaksa umum Malaysia telah menjelaskan bahwa dakwaan akan diberikan kepada setiap orang yang terlibat dalam penghasutan atau melakukan tindakan kekerasan selama protes 'Bersih' berlangsung''.

Anwar Ibrahim selama ini menuduh pemerintah melancarkan dendam politik terhadap dirinya dengan menciptakan kasus pidana baginya.

Dia pernah dipenjara selama enam tahun dalam kasus sodomi yang pada akhirnya dibatalkan.

Dia baru-baru ini juga dinyatakan bebas oleh pengadilan dalam kasus yang sama.

Anwar Ibrahim pernah menjabat wakil perdana menteri dan disebut-sebut sebagai tokoh yang bisa mengganti posisi Mahathir Muhammad sebelum akhirnya digulingkan dan mengalami penyiksaan saat menjalani masa tahanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.