Pembunuh mengaku korban adalah 'mahluk luar angkasa'

Terbaru  23 Mei 2012 - 16:02 WIB

Vince Weiguang Li menusuk korbannya 50 hingga 60 kali sebelum memenggalnya

Seorang lelaki yang memenggal kepala seorang penumpang bus di Kanada pada 2008 untuk pertama kalinya mengatakan bahwa ia yakin orang yang dibunuhnya adalah mahluk luar angkasa.

Dalam wawancara dengan komunitas schizophrenia, Vince Weiguang Li, mengatakan ia telah mendengar 'suara Tuhan.'

Schizophrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.

Penyakit ini adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dengan menarik diri dari hubungan antarpribadi. Dalam banyak kasus, penderita mengalami delusi dan halusinasi.

Li dinyatakan bersalah karena membunuh Tim McLean, 22, sesudah didiagnosis dengan Schizophrenia Paranoid.

Ia dirawat di institusi kesehatan mental dekat Winnipeg, Manitoba.

Dalam wawancara dengan Chris Summerville, kepala komunitas Schizophrenia Society of Canada, Li mengatakan ia membeli pisau sebagai perlindungan dari 'mahluk luar angkasa'.

"Suara itu mengatakan bahwa saya adalah kisah ketiga dari Injil, bahwa saya adalah kebangkitan Yesus dan saya bertugas menyelamatkan umat manusia dari serangan mahluk luar angkasa."

Vince Weiguang Li

Ia mengatakan saat itu ia tidak sadar menderita schizophrenia.

Menyesali perbuatan

Serangan tersebut dilakukan di depan para penumpang bus lainnya di wilayah Portage la Prairie, sekitar 70 km di sebelah barat Winnipeg.

Pengemudi bus yang mendengar teriakan McLean, menghentikan bus, dan menyelamatkan diri bersama penumpang-penumpang lainnya.

"Suara itu mengatakan bahwa saya adalah kisah ketiga dari Injil, bahwa saya adalah kebangkitan Yesus dan saya bertugas menyelamatkan umat manusia dari serangan mahluk luar angkasa," tutur Li.

"Saya sangat ketakutan. Saya ingat memenggal kepalanya. Saya yakin dia adalah mahluk luar angkasa. Suara itu memerintahkan saya membunuhnya atau dia akan membunuh saya dan orang lain. Kini saya tidak percaya."

Ia mengatakan sangat menyesali perbuatannya.

Saat ditanya apa yang ingin ia katakan pada ibu dan keluarga McLean, ia mengatakan, "Jika saya bisa berbicara dengan ibunya langsung, saya akan melakukan apa pun untuk keluarganya. Saya akan meminta maaf, tapi saya tahu permintaan maaf itu mungkin akan sulit diterima."

Li -yang terkunci di dalam bus- ditangkap saat berusaha melarikan diri melalui jendela.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.