Pemilihan bebas presiden pertama di Mesir

Terbaru  23 Mei 2012 - 08:52 WIB
Pilpres Mesir

Warga Mesir antri untuk memberikan suara dalam pemilihan bebas pertama.

Rakyat Mesir menuju tempat-tempat pemungutan suara untuk mengikuti pemilihan presiden bebas pertama 15 bulan setelah penggulingan Husni Mubarak.

Pemungutan suara ini dianggap sebagai batu penjuru bagi rakyat Mesir yang untuk pertama kalinya bisa memilih pemimpin mereka secara bebas sepanjang 5.000 tahun sejarahnya.

Sekitar 50 juta rakyat yang memenuhi syarat akan memberikan suaranya untuk memilih 13 kandidat termasuk empat orang berikut yang dianggap sebagai favorit.

  • Ahmed Shafiq, mantan panglima Angkatan Udara dan sempat menjadi perdana menteri selama aksi unjuk rasa Februari 2011.
  • Amr Moussa, yang pernah menjadi menteri luar negeri dan ketua Liga Arab
  • Mohammed Mursi, ketua Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin
  • Abdul Moneim Aboul Faotouh, kandidat presiden independen Islam.

Kandidat Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi sebenarnya bukan kandidat utama organisasi ini.

Namun nama Mursi mencuat setelah Komisi Pemilihan Presiden Tertinggi (HPEC) mencoret kandidat utama Ikhwanul, Khairat al-Shater.

"Dalam sebuah pertandingan, selalu ada pemain cadangan yang bermain hanya 10 menit, mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Mursi adalah pemain cadangan itu," kata ulama Ikhwanul Muslimin, Mohammed Abdel Maqsoud di hadapan pendukungnya.

Ancaman keamanan

Pemilu Mesir

Pasukan Mesir berjaga di berbagai sudut untuk mengamankan pemilihan presiden.

Keamanan menjelang pemungutan suara terlihat sangat ketat untuk menjaga berbagai hal yang tidak diinginkan.

Editor Timur Tengah BBC Jeremy Bowen mengatakan muncul potensi bentrok dengan militer yang nampaknya berniat untuk mempertahankan kekuasaannya di Mesir.

Rawannya kondisi keamanan ini membuat Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) yang memimpin Mesir sejak Februari 2011meminta agar rakyat menerima apapun hasil pemilihan presiden ini.

"Sangat penting bagi kita untuk menerima apapun hasil pemilihan, yang menggambarkan pilihan sebagian besar rakyat Mesir," demikian pernyataan resmi SCAF.

"Camkan dalam benak kita bahwa proses demokrasi Mesir sudah sampai pada langkah pertama dan kita semua harus memberikan sumbangsih agar proses ini berjalan sukses," lanjut SCAF.

Perdana Menteri Kamal al-Ganzuri berharap agar pemilihan presiden ini akan berjalan lancar.

Dia menyerukan agar semua kandidat, partai politik, kelompok masyarakat untuk menjamin para pendukung menghormati dan menerima hasil pemilu.

Apalagi, 15 bulan sejak tergulingnya Husni Mubarak situasi Mesir dalam kondisi yang tak menentu dengan berlanjutnya unjuk rasa dan menurunnya ekonomi.

Kerja berat

"Dalam sebuah pertandingan, selalu ada pemain cadangan yang bermain hanya 10 menit, mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Mursi adalah pemain cadangan itu."

Mohammed Abdel Maqsoud

Mesir kini menghadapi kesulitan ekonomi setelah investasi asing anjlok dariUS$6,4 miliar pada 2010 hingga hanya US$500 juta tahun lalu.

Turisme, salah satu sektor yang menopang perekonomian Mesir juga menurun hingga sepertiganya.

Salah satu tugas berat presiden baru nanti adalah mengembalikan perekonomian Mesir ke kondisi semula.

Selain itu presiden baru juga harus melakukan reformasi kepolisian agar mampu menanggulangi meningkatnya kejahatan sejak tergulingnya Mubarak.

"Saya ikut menggulingkan Mubarak, namun situasi negara setelah itu justru memburuk. Saya ingin kehidupan saya kembali," kata Hujssam Sobeih, seorang warga Mesir.

Gelombang revolusi politik Timur Tengah atau Arab Spring dimulai dimulai di Tunisia dan kemudian menyebar ke sejumlah negara dunia Arab.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.