Pembicaraan soal nuklir Iran digelar di Baghdad

Iran Nuklir Hak atas foto Reuters
Image caption Program nuklir Iran mendapat banyak sorotan dunia internasional.

Kelompok enam negara kuat dunia dijadwalkan menggelar kembali pembicaraan dengan Iran terkait program nuklirnya.

Pembicaraan ini, atas permintaan Iran, digelar di kawasan zona hijau ibukota Irak, Baghdad di bawah pengamanan ketat 15.000 anggota tentara dan polisi Irak.

Dalam pembicaraan ini, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina- ditambah Jerman akan berupaya membujuk Iran untuk meninjau kembali program nuklirnya.

Pembicaraan serupa pernah digelar di Istambul, Turki pertengahan April lalu yang menghasilkan sejumlah kesepakatan yang nanti akan dibahas di Baghdad.

Seorang pejabat senior kepada Reuters mengatakan delegasi enam negara yang dipimpin Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton bisa memberikan proposal rinci kepada Iran termasuk soal langkah-langkah yang harus diambil untuk meningkatkan kepercayaan kedua pihak.

Namun sejauh ini belum diketahui langkah-langkah seperti apa yang akan diusulkan dalam pembicaraan ini.

Pengayaan uranium

Sejumlah analis memprediksi tujuan utama keenam negara ini adalah agar Iran menutup program pengayaan uraniumnya yang diluncurkan pada 2010.

Sejak saat itu Iran terus melakukan proses pengayaan uranium di Fordo, dekat kota Qom di sebelah utara negeri itu.

Pada Selasa (22/5), Ketua Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano mengatakan kesepakatan dengan Iran terkait inspeksi nuklir diharapkan segera terwujud menyusul pembicaraan di Teheran.

Amano mengatakan kesepakatan itu akan membuat Teheran meningkatkan kerja samanya dengan investigasi IAEA ke aktivitas atomnya.

IAEA menginginkan para pengawasnya memiliki akses seluas-luasnya ke lokasi pembangkit, ilmuwan dan dokumen-dokumen nuklir.

Sejauh ini Uni Eropa, Amerika Serikat dan PBB telah menjatuhkan sanksi atas Iran terkait program nuklirnya.

Berita terkait