Salah seorang staf mantan Presiden Mubarak dijatuhi hukuman

Zakaria Azmi (kiri) dan Husni Mubarak Hak atas foto AFP
Image caption Hampir dalam setiap penampilan di depan umum, Husni Mubarak selalu didampingi Zakaria Azmi (kiri).

Salah seorang staf mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak, dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun dalam dakwaan korupsi.

Zakaria Azmi -yang pernah menjabat kepala staf kepresidenan- juga dijatuhi hukuman denda sebesar US$6 juta.

Kantor berita resmi Mesir, melaporkan pengadilan memutuskan Azmi menggunakan posisinya untuk mengumpulkan kekayaan sekitar US$7 juta.

Selama 29 tahun kepemimpinannya, Mubarak jarang sekali tampil ke depan umum tanpa didampingi oleh Zakaria Azmi.

Selain menjabat kepala staf, Azmi juga merupakan anggota parlemen dan anggota senior Partai Nasional Demokratik pimpinan Mubarak.

Pria yang kini berusia 70 tahun itu dikenal sebagai pendukung kuat Gamal Mubarak untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai presiden.

Mubarak menunggu vonis

Hak atas foto Reuters
Image caption Husni Mubarak juga didakwa dengan pembunuhan pengunjuk rasa.

Dia merupakan satu dari puluhan tokoh yang penting dalam kepemimpinan Mubarak yang berada di dalam tahanan, baik yang sudah dinyatakan bersalah dalam dakwaan korupsi maupun yang masih menunggu keputusan pengadilan.

Sementara itu keputusan atas Husni Mubarak rencananya akan disampaikan pada tanggal 2 Juni. Selain menghadapi dakwaan korupsi, mantan presiden Mesir itu juga menghadapi dakwaan membunuh pengunjuk rasa, yang diancam dengan hukuman mati.

Pengacara Mubarak, dalam salah satu sidang, sudah mengatakan bahwa militer Mesir yang bertanggung jawab atas keamanan ketika pendemo terbunuh.

Dalam setiap sidangnya, Mubarak -yang kini berusia 83 tahun- selalu hadir dengan terbaring di atas tempat tidur dengan alasan menghadapi risiko stroke jika dalam keadaan duduk.

Mubarak akhirnya mengundurkan diri pada pertengahan Februari 2011 untuk memenuhi tuntutan pengunjuk rasa dan menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Agung Militer.

Pekan lalu Mesir menggelar pemioihan presiden Mesir untuk mengakhiri kekuasaan sementara militer dan dua calon -Mohammed Mursi dari Ikhwanul Muslimin dan mantan perdana menteri Ahmed Shafiq-akan bertarung dalam pemilihan presiden babak kedua.

Berita terkait