Perempuan Tibet tewas setelah bakar diri

Tibet Hak atas foto AP
Image caption Aktivis mengatakan bakar diri merupakan aksi protes terhadap kekuasaan Cina

Peristiwa bakar diri kembali terjadi di Tibet, kali ini dilakukan oleh seorang ibu yang memiliki tiga anak di provinsi Sichuan.

Laporan Radio Free Asia dan Free Tibet mengatakan perempuan berusia 30 tahun ini, membakar diri di sebuah biara di wilayah Aba.

Perempuan ini memiliki dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Dia meninggal di lokasi, seperti disampaikan sebuah laporan.

Kasus bakar diri oleh warga beberapa kali terjadi di wilayah Aba sebagai protes terhadap kekuasaan Cina.

Pekan lalu, dua orang pria membakar diri mereka di Lhasa, yang merupakan kasus pertama di ibukota Tibet.

Satu orang tewas sementara seorang pria mengalami luka-luka, seperti disampaikan kantor berita Xinhua.

Ratusan berkumpul

Laporan Radio Free Asia menyebutkan bahwa ratusan penduduk Tibet di Lhasa berkumpul menyusul pembakaran tersebut, seperti disampaikan oleh sumber yang tidak disebutkan identitasnya.

Media asing dilarang di wilayah itu, sehingga laporan berbagai peristiwa sulit diverifikasi.

Tetapi, salah satu penduduk yang dihubungi kantor berita AFP mengatakan sinyal telpon genggam telah diblokir dan polisi memeriksa identitas warga di jalanan.

Lebih dari 30 orang Tibet - sebagian besar biksu muda dan biksuni - melakukan bakar diri sejak Maret 2011.

Sebagian besar peristiwa terjadi di wilayah etnis Tibet yang berada di luar Tibet.

Pemimpin Cina menyalahkan pemimpin spiritual Tibet yang mengasingkan diri Dalai Lama, yang memicu bakar diri dan mendorong separatisme.

Dia membantah tuduhan itu dan kelompok aktivis serta pemerintah Tibet di pengasingan mengatakan bakar diri merupakan bentuk protes terhadap kontrol ketat dan tindakan represif Cina terhadap warga dan agama yang dianut mereka.

Berita terkait