Warga Mesir demo vonis Husni Mubarak

Terbaru  3 Juni 2012 - 10:42 WIB

Unjuk rasa memprotes vonis pengadilan atas mantan pejabat rezim Mubarak terus berlanjut.

Protes warga Mesir di Kairo terus berlanjut, beberapa jam setelah mantan Presiden Husni Mubarak divonis penjara seumur hidup karena terlibata dalam kasus pembunuhan pengunjukrasa tahun lalu.

Amarah mereka tersulut setelah peradilan memvonis bebas sejumlah mantan pejabat teras di masa Mubarak berkuasa.

Empat orang pejabat kementerian dalam negeri dan dua kepala keamanan dibebaskan dari dakwaan terlibat dalam kasus pembunuhan para demonstran.

Protes serupa juga digelar warga Mesir di Alexandria, Suez dan Mansoura.

Para wartawan yang meliput aksi unjuk rasa mengatakan, vonis peradilan yang ditujukan untuk mengakhiri persoalan masa lalu Mesir, kini dalam situasi bahaya, karena luka lama itu dapat terbuka kembali.

Dalam perkembangan lain, puluhan pengunjuk rasa menyerbu markas kampanye kandidat calon presiden Ahmed Shafiq di wilayah Fayoum, Kairo, demikian laporan media Mesir.

Shafiq merupakan perdana menteri saat Mubarak masih memerintah dan dipandang oleh banyak pihak sebagai perwakilan dari rezim yang lama.

Pelampiasan politik

Sejumlah pengunjuk rasa yang menggelar aksi di Lapangan Tahrir, Kairo, mengatakan mereka bertekad untuk menggelar aksi duduk.

"Vonis Mubarak itu mengolok-olok kami. Saya yakin mereka akan dibebaskan di pengadilan banding."

Sharif Ali, pengunjuk rasa

Selain menyertakan para tokoh masyarakat, unjuk rasa ini melibatkan pula penggemar fanatik tim sepak bola setempat, yang terlibat dalam aksi-aksi kekerasan sebelumnya.

Di antara mereka terlihat meneriakkan slogan "gulingkan kekuasaan militer" dan berteiak lantang mengecam vonis atas mantan pejabat pada rezim lama itu.

Wartawan BBC Yolande Knell, yang berada di Lapangan Tahrir, mengatakan, para pemrotes murka atas vonis pengadilan yang membebaskan para mantan pejabat, yang dianggap mengkhianati reformasi.

"Vonis Mubarak itu mengolok-olok kami," kata salah-seorang pendemo, Sharif Ali kepada BBC. "Saya yakin mereka akan dibebaskan di pengadilan banding."

Namun demikian, menurut wartawan BBC, aksi unjuk rasa ini juga dijadikan sebagai ajang pelampiasan terhadap situasi politik Mesir saat ini.

Putaran pertama pemilihan presiden Mesir hanya menyisakan dua kandidat calon yaitu yang mewakili kubu Islam dan rezim lama.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.