MA pecat menteri dalam negeri Pakistan

Terbaru  4 Juni 2012 - 21:31 WIB
rehman malik

Menteri Malik memegang paspor Pakistan dan Inggris.

Mahkamah Agung Pakistan memecat Menteri Dalam Negeri, Rehman Malik, dari majelis tinggi parlemen dan sekaligus dari jabatan menteri, Senin (4/6).

Alasannya adalah dia memiliki kewarganegaraan ganda ketika diangkat menjadi pejabat tinggi negara.

Para hakim agung mengatakan mereka tidak puas dengan dokumen yang diajukan yang isinya menyebutkan bahwa Malik telah meninggalkan kewarganegaraan Inggris.

"Karena itu satu tim hakim agung yang diketuai ketua MA Iftikhar Muhammad Chaudry memutuskan untuk memecat Malik dari keanggotaan di majelis tinggi," kata seorang pejabat Pakistan seperti dikutip kantor berita AFP.

Undang-undang dasar Pakistan melarang anggota parlemen mendapatkan kewarganegaraan asing.

MA mengatakan pemecatan Malik akan dibatalkan bila pada tangggal 13 Juni nanti ia bisa menunjukkan sertifikat bahwa ia tidak lagi berstatus sebagai warga negara Inggris sebelum dilantik menjadi anggota Senat.

Sengketa pemerintah-MA

"Karena itu satu tim hakim agung yang diketuai ketua MA Iftikhar Muhammad Chaudry memutuskan untuk memecat Malik dari keanggotaan di majelis tinggi."

Pejabat Pakistan

Sejumlah pejabat pemerintah menuduh para hakim agung melampaui kewenangan dengan berupaya menjatuhkan Partai Rakyat Pakistan yang berkuasa.

Para pengamat mengatakan keputusan MA menangani kasus ini sepertinya didasari pertimbangan politik.

Para wartawan mengatakan keputusan MA bisa berdampak ke politisi-politisi Pakistan lain yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Pemecatan Malik menjadi bukti terbaru sengketa antara pemerintah dan lembaga yudikatif.

April lalu MA menyatakan Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani bersalah karena menolak meminta pihak berwenang di Swiss membuka kembali kasus dugaan korupsi yang dilakukan Presiden Asif Ali Zardari.

Bulan lalu MA juga secara sementara membekukan keanggotaan Farahnaz Isphani dari parlemen.

Isphahani adalah istri duta besar Pakistan di Washington yang dipecat dan juga dikenal sebagai staf khusus Presiden Zardari.

Ia diketahui memegang paspor Pakistan dan Amerika Serikat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.