Kerusuhan kelompok Buddha dan Muslim berlanjut di Burma

Terbaru  12 Juni 2012 - 20:50 WIB
Tentara di Rakhine

Suasana tegang di Rakhine menyusul keadaan darurat yang ditetapkan Minggu (10/06).

Bunyi tembakan dan gedung terbakar terjadi di Burma barat, tempat kerusuhan berdarah antara kelompok Buddha dan Muslim, menurut sejumlah laporan.

Sebagian besar penduduk Muslim di negara bagian Rakhine diungsikan, kata para saksi mata.

Paling tidak tujuh orang tewas sejak Jumat lalu dan satu laporan menyebutkan jumlah korban meninggal mencapai 25 orang.

Presiden Thein Sein menetapkan keadaan darurat Minggu (10/06).

Kekerasan meningkat setelah terbunuhnya seorang wanita Buddha bulan lalu, menyusul serangan terhadap bus yang mengangkut sejumlah warga Muslim.

Beberapa laporan menyebutkan kerusuhan itu pecah hari Jumat di kota Maungdaw dan menyebar ke kota Sittwe dan desa-desa di sekitar.

"Asap mengepul dari banyak arah. Kami ketakutan," kata Ma Thein, warga Rakhine di Sittwe, kepada kantor berita Associated Press.

"Pemerintah harus mengerahkan pasukan keamanan tambahan untuk melindungi dua komunitas ini," katanya.

Kehadiran pasukan keamanan

Nama negara bagian Rakine berasal dari etnik mayoritas Buddha.

"Asap mengepul dari banyak arah. Kami ketakutan"

Ma Thein

Penduduk di negara bagian ini juga terdiri dari suku Rohingya yang menganut agama Islam.

Kelompok Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan resmi dan Burma menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Bangladesh sendiri meningkatkan keamanan di perbatasan karena khawatir eksodus kelompok ini.

Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan mereka menolak sejumlah kapal yang mengangkut kelompok Rohingya Senin (11/06). Sejumlah laporan menyebutkan jumlah mereka berkisar antara 50 sampai 300 orang.

Para aktivis mengkritik pemerintah Burma karena menerapkan keadaan darurat dan dapat membuka jalan pengambilalihan negara bagian itu.

Human Rights Watch menuduh pemerintah Burma menyerahkan kewenangan di negara bagian Rakhine kepada militer, yang menurut mereka memiliki sejarah brutalitas terhadap kelompok Buddha dan Muslim.

Pemerintah sipil terpilih di Burma dalam pemilihan tahun 2010 dan bulan April lalu, kelompok oposisi yang dipimpin Aung San Suu Kyi menduduki kursi di parlemen menyusul pemilihan sela.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.