Argentina ajak Inggris negosiasi Falkland

Terbaru  15 Juni 2012 - 09:34 WIB

Cristina Fernandez menganggap secara sejarah dan geografi, Falkland milik Argentina.

Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner meminta Inggris masuk dalam proses negosiasi terkait kedaulatan Kepulauan Falkland.

Permintaan Presiden Fernandez ini disampaikan di Komite Dekolonialisasi PBB saat berpidato menyambut perayaan 30 tahun pembebasan wilayah pendudukan Inggris dari Argentina.

Dia mengatakan secara sejarah dan geografi mendukung klaim Argentina.

Seperti yang dilaporkan wartawan BBC Barbara Plett, Presiden Fernandez mengatakan bahwa mayoritas warga Argentina meminta agar status Falkland dinegosiasikan.

Presiden Argentina ditemani lebih dari 90 delegasi dan meningkatkan pertaruhan diplomatik dengan pergi ke New York secara pribadi terkait isu sensitif tersebut

Presiden Fernandez mengatakan Malvinas - sebutan Argentina untuk kepulauan tersebut - terbentuk sebagai bagian dari lempeng benua Amerika Selatan.

"Bagaimana bisa dengan jarak 14.000 kilometer, diklaim sebagai bagian dari wilayah Inggris?'' tanyanya.

"Inggris memanfaatkan posisi menguntungkan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB,'' katanya.

"Isu tentang Malvinas adalah tantangan untuk melihat apakah kita mampu mengatasi prasangka dan hal klise yang sudah ketinggalan jaman, karena dunia telah berubah dan ada pemain baru.''

Presiden Fernandez mengatakan Argentina ''hanya bertanya untuk dialog'' tentang kedaulatan kepulauan dan fakta masih ada peraturan Inggris merupakan ''sebuah penghinaan atas dunia yang kita impikan''.

Nafsu menguasai tanah

Perang Falkland 1982

  • 2 April 1982: Pasukan Argentina menyerbu Kepulauan Falkland. Sejumlah wilayah Inggris di Atlantik Selatan termasuk Georgia Selatan kemudian juga direbut.
  • 5 April: Gugus tugas Inggris yang terdiri lebih dari 100 kapal dikirim ke Atlantik Selatan.
  • 25 April: Georgia Selatan berhasil direbut pasukan Inggris.
  • 2 Mei: Kapal Argentine Jenderal Belgrano ditenggelamkan oleh HMS Conqueror, menewaskan lebih dari 320 orang.
  • 21 Mei: Tiga ribu tentara Inggris mulai mendarat di San Carlos, Timur Falkland.
  • 28-29 Mei: Pasukan Inggris menguasai kembali Goose Green.
  • 8 Juni: Kapal Inggris yang mendarat dibom di Fitzroy, menewaskan lebih dari 50 orang.
  • 13 Juni: Pos Argentina di pegunungan yang menguasai ibukota Port Stanley kembali direbut.
  • 14 Juni: Pasukan Argentina menyerah. Pasukan Inggris berparade ke Stanley.

255 tentara Inggris dan tiga warga sipil Falkland tewas dalam konflik. Sekitar 650 tentara Argentina tewas.

Dua orang anggota parlemen Kepulauan Falkland juga berbicara dalam kesempatan yang sama, dimana mereka bersikeras atas hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Mike Summers seorang anggota parlemen mengatakan penghuni Kepulauan Falkland memiliki "identitas berbeda dan jelas'' dan menganggap kepulauan tersebut sebagai negara dan rumah mereka.

''Argentina mungkin ingin kami keluar dari keberadaan kami untuk memuaskan nafsu yang tidak bisa dibenarkan untuk menguasai tanah kami, perilaku semacam itu milik era yang berbeda dan tidak boleh ditoleransi di dunia modern,'' katanya.

Summers mencoba untuk memberikan sebuah surat tawaran pembicaraan dengan pemerintahan Falkland ke Presiden Fernandez tetapi tidak cukup dekat untuk disampaikan.

Sementara Menteri Luar Negeri Argentina menolak menerima dokumen tersebut seraya mengatakan untuk ''dikirim ke kedutaan kami''.

Sedangkan Perdana Menteri Inggris David Cameron dalam tanggapannya mengatakan ''tidak akan ada negosiasi''.

"Pesan saya untuk pemerintah Argentina adalah: Inggris tidak memiliki niat agresi ke anda.''

"Tuduhan militerisasi dan ancaman nuklir adalah hiperbola dan propaganda.''

''Tapi jangan meremehkan tekad kami,'' tambahnya.

"Ancaman tidak akan berguna, upaya untuk mengintimidasi penduduk pulau tidak akan berhasil, karena Inggris berada di belakang mereka setiap waktu.''

"Selama mereka menginginkan tetap berada dalam wilayah Inggris, maka akan tetap seperti itu,'' ujar Cameron.

Kamis (16/04) kemarin, Falkland merayakan akhir pendudukan 74 hari Argentina tahun 1982 dengan sebuah misa di katedral Port Stanley.

Veteran perang memimpin parade militer ke Monumen Pembebasan sebagai peringatan untuk mengenang 255 prajurit Inggris dan tiga warga Falkland yang tewas dalam perang.

Sekitar 650 orang Argentina juga tewas dalam konflik tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.