Dakwaan terorisme di Turki akibat jeruk

Terbaru  15 Juni 2012 - 21:25 WIB
Pejuang PKK

Pemerintah Turki sering menghukum para pendukung kelompok Kurdi yang dilarang PKK.

Jaksa di Turki mengajukan seorang warga tunarungu Kurdi dipenjara selama 25 tahun karena menyatakan dukungan atas terorisme.

Bukti yang dimiliki jaksa atas Mehmet Tahir Ilsan, pria buta aksara itu adalah potongan jeruk yang ia miliki.

Di Turki jeruk sering digunakan untuk mengantisipasi serangan gas air mata.

Kasus di kota Adana ini merupakan satu dari ribuan tuntutan berdasarkan undang-undang antiteror, yang menetapkan bahwa dukungan terhadap kelompok Kurdi yang dilarang (PKK) merupakan kejahatan.

Wartawan BBC di Turki Jonathan Head mengatakan sistem hukum negara itu sering mengganjar hukuman berat bagi mereka yang dianggap terlibat walaupun dengan bukti ringan.

Kasus atas Tahrir Ilsan, 37 tahun, berdasarkan standar di Turki juga dianggap sebagai hal yang luar biasa, kata Head.

Ia dituduh melaukan propaganda untuk PKK dan terlibat dalam organisasi itu.

Satu-satunya bukti yang ditunjukkan polisi adalah potongan jeruk nipis yang ditemukan pada saat ia ditangkap.

Hukuman 166 tahun

Bila dinyatakan bersalah -berdasarkan kasus-kasus terdahulu- pengadilan akan menjatuhkan hukuman tidak jauh dari yang dituntut jaksa.

Sejumlah wartawan Kurdi dijatuhi hukuman penjara lama karena membuat tulisan terkait gerakan itu.

Salah seorang redaktur bahkan ada yang diganjar hukuman 166 tahun karena tulisan yang diterbitkan di korannya.

Pemerintah Turki berupaya menjangkau kalangan moderat Kurdi dengan mengizinkan kelas bahasa di sekolah-sekolah.

Namun pemerintah berupaya untuk terus menekan kelompok garis keras PKK.

Tetapi wartawan BBC Jonathan Head di Turki mengatakan hukuman berlebihan yang dijatuhkan aparat penegak hukum tidak membantu upaya pemerintah untuk mendekati kelompok moderat Kurdi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.