Tim pemantau PBB bekukan misi di Suriah

Robert Mood Hak atas foto Reuters
Image caption Mayjen Mood mengatakan timnya menghadapi risiko besar di Suriah.

Ketua tim pemantau PBB di Suriah mengatakan misi di negara tersebut dibekukan hari Sabtu (16/6) menyusul meningkatnya kekerasan.

Mayor Jenderal Robert Mood mengatakan lebih dari 300 pemantau tidak akan melakukan patroli karena kekerasan di lapangan mengganggu tugas dan sulit melakukan verikasi dalam situasi seperti ini.

"Pembekuan misi akan kami kaji ulang setiap hari. Operasi akan kembali dilanjutkan begitu situasinya memungkinkan," kata Mayjen Mood.

Namun Mayjen Mood mengatakan para pemantau PBB tetap akan berada di Suriah.

Ia mengatakan tim yang ia pimpin menghadapi risiko yang sangat besar karena pihak-pihak yang terlibat konflik tidak bersedia mewujudkan periode transisi damai, sementara warga sipil terus terbunuh setiap hari.

"Minimnya keinginan untuk mencari jalan keluar secara damai dan berlanjutnya kekerasan membuat jatuh korban di kedua kubu. Warga sipil yang tak berdosa, laki-laki, perempuan, anak-anak tewas setiap hari," kata Mood, perwira tinggi dari Norwegia tersebut.

Reaksi Liga Arab

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan mereka melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra nasional untuk mendorong transisi politik di Suriah.

Menanggapi keputusan misi pemantau PBB di Suriah, juru bicara Liga Arab, Ahmad Bin Hilli, kepada BBC mengatakan pembekuan ini bersifat sementara.

Ia menambahkan pembatalan misi PBB secara permanen hanya bisa dilakukan setelah PBB berkonsultasi dengan Liga Arab.

Misi PBB di Suriah terdiri atas 298 pemantau militer dan 112 staf sipil. Mereka bertugas untuk memverifikasi implementasi utusan internasional untuk Suriah, Kofi Annan, yang mencakup gencatan senjata.

Selasa lalu pemantau PBB menjadi sasaran tembakan dan ditolak oleh warga yang marah ketika mereka berupaya memasuki Haffa, di tengah spekulasi terjadi pembantaian di kota tersebut.

Tim akhirnya masuk ke kota ini hari Jumat.

PBB mengatakan setidaknya 10.000 orang tewas sejak protes prodemokrasi mulai digerakkan pada Maret 2011.

April lalu pemerintah Suriah mengatakan 6.143 warga tewas di tangan kelompok-kelompok teroris.

Berita terkait