Komandan militer Yaman tewas dalam pengeboman

Terbaru  18 Juni 2012 - 20:04 WIB
Ali Qatan

Militer Yaman mengadakan operasi menumpas gerakan militan di bagian selatan.

Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan seorang komandan militer -yang memimpin operasi penumpasan kelompok militan yang mempunyai hubungan dengan jaringan al-Qaida di Yaman bagian selatan- tewas dalam serangan bom bunuh diri.

Jenderal Salem Ali Qatan dan dua pengawalnya tewas ketika mereka dalam perjalanan menuju tempat kerja pada Senin, 18 Juni, di kota Aden.

Ali Mansur, seorang komandan militer dan pembantu dekat Jenderal Qatan, menyebut kematian Qatan sebagai 'kehilangan sangat besar bagi Yaman.'

"Hanya dalam waktu tiga bulan, Qatan mencapai kemajuan besar dalam memburu dan menumpas para militan," kata Ali Mansur kepada kantor berita AFP.

Serangan di Yaman itu sejauh ini belum diketahui secara rinci. Satu laporan menyebutkan pelaku serangan mendekati Jenderal Qatan ketika dia berjalan ke kantornya.

Pelaku dilaporkan menyerahkan secarik kertas, menjabat tangan Jenderal Qatan dan kemudian meledakkan bom.

Pukulan bagi perang

"Salah seorang pelaku jihad kami berhasil membunuh Jenderal Salem Ali Qatan yang memimpin serangan selama satu bulan terhadap keluarga-keluarga dan berbagai kantong kami di Abyan."

Juru bicara militan

Namun laporan lain mengutip para pejabat yang mengatakan pelaku pengeboman meledakkan diri di kendaraan Jenderal Qatan yang berada dalam iring-iringan.

Beberapa militan yang dikutip kantor berita Cina Xinhua mengaku mereka membunuh Jenderal Qatan sebagai balasan atas operasi militer di selatan.

"Salah seorang pelaku jihad kami berhasil membunuh Jenderal Salem Ali Qatan yang memimpin serangan selama satu bulan terhadap keluarga-keluarga dan berbagai kantong kami di Abyan," kata seorang juru bicara kepada Xinhua.

Kematian jenderal militer ini merupakan pukulan besar dalam perang melawan militan Islam di Yaman bagian selatan. Militer berhasil menguasai kembali sejumlah kota selama beberapa pekan terakhir.

Jenderal Qatan diangkat sebagai komandan militer untuk wilayah selatan pada Maret 2012. Pengangkatan dilakukan oleh presiden baru Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi hanya beberapa hari setelah pelantikannya.

Gerakan perlawanan yang mempunyai kaitan dengan al-Qaida dan separatisme telah memporak-porandakan Yaman bagian selatan selama bertahun-tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.