Hamas tembakkan mortir dan roket ke Israel selatan

serangan israel Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi Hamas mengamati sepeda motor yang rusak akibat serangan Israel.

Sejumlah anggota sayap militer Hamas di Gaza menembakkan lebih dari 12 roket ke wilayah Israel selatan, menyusul tewasnya dua warga Palestina dalam serangan Israel.

Dua korban ini, digambarkan sebagai anggota kelompok militan, termasuk di antara enam warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel selama dua hari belakangan.

Hamas melancarkan serangan setelah selama beberapa bulan menghormati perjanjian gencatan senjata.

Televisi al-Aqsa yang berpusat di Gaza memberitakan Brigade al-Qassam menembakan sepuluh rudal sebagai balasan atas tindakan kejahatan yang dilakukan Israel.

Para pejabat Israel mengatakan penembakan oleh Hamas tidak menimbulkan korban, namun masyarakat di sekitar perbatasan Gaza telah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Wartawan BBC Jon Donnison di Ramallah mengatakan eskalasi kekerasan terbaru sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Jauh dari selesai

Pada Selasa siang (19/6) Israel mengatakan mereka melakukan serangan dengan sasaran kelompok yang menembakkan roket dari Gaza utara.

Tim medis Palestina mengungkapkan setidaknya seorang pria mengalami luka-luka.

Tak lama kemudian sayap militer Hamas mengatakan mereka menambakkan mortir dan roket ke kawasan Israel selatan.

Wartawan BBC mengatakan ini untuk pertama kalinya selama lebih dari satu tahun Hamas melancarkan serangan roket ke Israel.

Belum diketahui secara pasti mengapa Hamas memutuskan untuk terlibat langsung konfrontasi fisik dengan Israel.

Di masa lalu para pejabat Mesir diyakini ikut membantu mendorong Hamas untuk lebih menahan diri.

Wartawan kami mengatakan kekerasan sporadis di sekitar Gaza terjadi setiap beberapa bulan, yang sekaligus mengingatkan bahwa konflik Israel-Palestina jauh dari selesai.

Berita terkait