'Militan al-Qaida' sandera empat orang di Prancis

Terbaru  20 Juni 2012 - 19:33 WIB
Bank di Toulouse

Kawasan di seputar bank di Toulouse dikepung dan dijaga ketat.

Empat orang disandera di satu bank di Toulouse, Prancis selatan, oleh seorang pria yang mengklaim terkait dengan al-Qaida, kata polisi Prancis.

Para pejabat mengatakan pria bersenjata menuntut diberi uang dan saat ditolak ia melepaskan tembakan dan menyandera keempat orang itu.

Pria itu menuntut untuk berbicara dengan unit elit polisi, Raid, yang menembak Mohamed Merah.

Merah, yang mengklaim mengikuti pelatihan al-Qaida, menewaskan tujuh orang di Toulouse sebelum ia ditembak mati oleh polisi Maret lalu.

Belum ada laporan adanya korban luka dalam insiden itu sejauh ini.

Kawasan di seputar bank ditutup dan dua sekolah di sekitar juga dijaga.

"Kami mengambil sejumlah tindakan sehingga kami bisa mulai berdialog," kata jaksa Michel Valet yang berada di tempat kejadian.

Sumber polisi mengatakan kepada koran Oest-France, tidak jelas apakah klaim pria tentang kaitannya dengan al-Qaida memang benar atau tidak.

Wartawan BBC Christian Fraser di Paris mengatakan bank itu berada sekitar 100 meter dari kediaman Merah dan juga dekat dengan barak polisi elit, Raid, yang berada di sana selama pengepungan Merah.

Belum ada perwira Raid yang berada di sana, lapor Fraser.

'Tidak mentolerir situs Islamis'

Bank di Tolouse

Bank di Toulouse ini berada di dekat kediaman Mohamad Merah.

Namun unit khusus polisi lain telah dikerahkan dari Marseille dan Bordeaux.

Mohamed Merah, warga Prancis berusia 23 tahun asal Aljazair, menembak tujuh orang dalam serangan terpisah.

Korbannya termasuk tiga anak dan seorang guru di sekolah Yahudi serta tiga tentara.

Merah memfilmkan serangannya dan mengirim tayangannya ke polisi.

Ia ditembak mati oleh polisi tanggal 22 Maret setelah tim khusus menyerbu apartemennya.

Merah dicurigai memiliki komplotan di dalam komunitas Muslim, kata wartawan BBC Christian Fraser.

Menjelang penyerangan, pemerintah Prancis melakukan penyelidikan terkait komplotan Merah dan kemungkinan adanya praktek doktrinasi Islam di penjara.

Pemerintah Prancis tidak menoleransi siapapun yang ketahuan menggunakan situs internet kelompok Islamis atau yang memiliki kaitan dengan kelompok yang memiliki kaitan dengan al-Qaida, kata Fraser.

Tanggal 7 Juni lalu, seorang pria bersenjata menyandera seorang satpam di kantor cuaca Prancis, Meteo France. Pria itu melepaskan tembakan dan mengalami luka parah saat polisi melepaskan tembakan balik. Namun orang yang disandera tidak terluka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.