Aung San Suu Kyi ingin pimpin Burma

Image caption Kepada BBC Suu Kyi mengatakan siap memimpin Burma.

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi mengkonfirmasikan keinginannya untuk memimpin Burma.

''Jika saya bisa memimpin mereka dalam cara yang benar,'' demikian ujar Suu Kyi dalam program Newsnight BBC.

Pernyataannya ini disampaikan di hari pertama kunjungan di Inggris, saat mengunjungi kantor BBC World Service dan ambil bagian dalam sebuah debat di London School of Economics.

Kunjungannya ini merupakan bagian dari lawatan dua pekan di Eropa, yang pertama sejak 1988.

Pemimpin pro demokrasi ini dibebaskan akhir tahun 2010 setelah menjalani tahanan rumah lebih dari dua dekade.

Saat ini pemerintah sipil dukungan militer tengah memulai serangkaian reformasi untuk membuka negara tersebut dari isolasi dunia.

Bukan satu-satunya

Dalam wawancara dengan BBC, Suu Kyi menjawab sejumlah pertanyaan terkait konflik etnis, reformasi politik dan investasi asing.

Dia memperingatkan perusahaan asing yang menanamkan modal di Burma - yang juga dikenal sebagai Myanmar - bahwa mereka diawasi dan akan diungkap jika tidak berperilaku dalam cara yang sesuai dengan ''semangat demokrasi dan hak asasi manusia'' dan mengikuti ''praktik terbaik''.

"Dan jika mereka bukan perusahaan semacam itu dan jika mereka berbisnis dengan kroni dan dengan mereka yang menggunakan kekuatan ekonomi baru untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dengan pemerintah, maka saya rasa kami harus mengekspos mereka,'' katanya.

Dia menolak untuk menerima bahwa dia dijadikan korban dari sebuah "permainan kepercayaan" yang ditujukan untuk pencabutan sanksi terhadap Burma.

Tetapi dia menambahkan pergerakan demokrasi di Burma harus membela ''sumber daya kami sendiri untuk membawa perubahan ketimbang terlalu bergantung pada faktor eksternal''.

Terkait masalah etnis, Suu Kyi mengatakan satu-satunya cara Burma untuk mencapai ''persatuan sesungguhnya'' adalah dengan mencoba memenuhi aspirasi otonomi dari berbagai etnis.

Bagaimanapun dia mengatakan, ''selama tahun-tahun perjuangan, kami memiliki pengalaman bagaimana persatuan antar etnis bisa berlangsung, karena sekutu terbaik dan paling dipercaya adalah partai-partai etnis''.

Baru-baru ini berlangsung kekerasan etnis antara masyarakat Buddha dan Muslim di negara bagian Rakhine, Burma, dan memakan korban jiwa.

Mengenai masih adanya tahanan politik di Burma, Suu Kyi mengatakan masih ada 271 tahanan tersisa dan akan segera dibebaskan.

Ditanya apakah pengorbanannya akan bermakna jika Burma tidak mencapai demokrasi sepenuhnya, Suu Kyi mengatakan ''kemenangan dalam beberapa cara ada dalam ikhtiar''.

"Saya bukan satu-satunya yang bekerja untuk demokrasi di Burma, ada banyak orang yang bekerja karena mereka percaya bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga martabat rakyat kami,'' katanya.

Tapi ketika ditanya apakah dalam pemilihan berikutnya yang dijadwalkan tahun 2015 dia ingin memimpin rakyat Burma, dia menjawab: ''Jika saya bisa memimpin mereka dalam cara yang benar, ya.''

Sedih atas World Service

Dalam kunjungan yang bertepatan dengan ulang tahun ke 67 pada Selasa (19/06) kemarin, Suu Kyi juga mengunjungi kantor baru BBC World Service di gedung Broadcasting House, London.

"Karena BBC, saya tidak pernah hilang kontak dengan rakyat saya, dengan pergerakan demokrasi di Burma dan dengan bagian dunia lainnya. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada anda semua dengan sepenuh hati,'' katanya.

Tetapi Suu Kyi juga mengatakan ''sedikit sedih'' atas perubahan program di World Service.

"Saya merasa BBC World Service tidak lagi fleksibel seperti dulu, atau mungkin saya tidak mendengarkannya di waktu yang tepat,'' katanya.

"Dulu ada banyak program, dan setiap waktu saya mendengarkannya, berita dan komentar. Saya kangen program yang lama ... Bookshelf, Just a Minute, dan banyak yang lainnya, yang tidak terdengar lagi sekarang..

"Tidak seperti dulu lagi,'' katanya.

Dalam kunjungan ke Inggris, Suu Kyi juga dijadwalkan bertemu dengan anggota Kerajaan dan berpidato di depan Parlemen Inggris.

Berita terkait