Kenya hentikan pengiriman PRT ke Timur Tengah

Terbaru  23 Juni 2012 - 00:29 WIB
riyadh

PRT asal Kenya di Arab Saudi diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Kenya memutuskan menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Timur Tengah, setelah angka kasus perlakukan buruk terhadap para pembantu ini meningkat.

Para wartawan di Kenya mengatakan banyak beredar kisah-kisah yang menyeramkan yang dibawa para pembantu, mulai dari pelecehan seksual hingga penemuan mayat pembantu di lemari es majikan.

Kementerian Luar Negeri Kenya mengatakan banyak warga yang tertipu oleh agen-agen nakal.

Pemerintah akan melakukan sejumlah tindakan yang ditujukan untuk merapikan prosedur perekrutan pembantu rumah tangga.

Peraturan tersebut tengah digodok dan sambil menunggu perangkat hukumnya siap, pemerintah tidak akan mengirim pembantu rumah tangga ke Timur Tengah.

Beberapa waktu lalu pemerintah Arab Saudi mengirim tim ke Kenya untuk membahas masalah ini.

Pemerintah Saudi menegaskan bahwa undang-undang mereka melindungi para pekerja asing.

Saudi juga mengatakan agen-agen nakal ikut memperparah persoalan dan mereka telah mencabut izin agen-agen yang menjalankan usaha tanpa mengindahkan peraturan.

Organisasi Migrasi Internasional memperkirakan jumlah pembantu rumah tangga asal Kenya di Saudi mencapai 3.000 orang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.