Pesawat Turki mungkin langgar perbatasan

Terbaru  23 Juni 2012 - 17:14 WIB
Jet Turki

Angkatan Laut Suriah dan Turki berupaya mencari dua awak pesawat.

Presiden Turki, Abdullah Gul, mengatakan bahwa jet tempur Turki yang ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan Suriah, kemungkinan telah melanggar perbatasan wilayah udara negara itu.

Gul mengatakan pesawat tempur secara rutin melakukan penerbangan dengan kecepatan tinggi untuk melewati perbatasan dalam jarak pendek.

Suriah mengatakan pesawat tersebut berada di atas wilayah perairannya dan jatuh ke laut Mediterania, setelah di tembak.

Angkatan Laut Turki dan Suriah mencari dua orang awak pesawat tersebut.

Hubungan antara anggota Nato Turki dan Suriah, yang merupakan sekutu, semakin memburuk sejak merebaknya tuntuntan mundur terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, sejak Maret 2011 lalu.

Lebih dari 30.000 orang pengungsi Suriah melarikan diri ke perbatasan Turki untuk menghindari kekerasan.

Setelah peristiwa penembakan terhadap dua orang pengungsi hingga tewas oleh pasukan Suriah di dekat penampungan di kota Kilis, Turki mengatakan tidak akan mentoleransi aksi yang dianggap menganggu keamanannya.

Tak ada niat buruk

Sabtu (23/6) ini, Presiden Gul mengatakan pemerintah Turki tidak akan mengabaikan fakta bahwa Suriah menembak pesawatnya.

"Tidak mungkin menutupi sesuatu seperti ini, dan harus menyelesaikan apa yang harus diselesaikan," kara dia seperti dikutip dari kantor berita pemerintah Anatolia.

"Ini merupakan penerbangan rutin di mana pesawat tempur terbang keluar perbatasan... ketika anda mempertimbangkan kecepatan mereka di laut," kata dia.

Presiden Turki : Tidak ada niatan buruk tetapi kejadian ini diluar kontrol kecepatan jet

"Tidak ada niatan buruk tetapi kejadian ini diluar kontrol kecepatan jet."

Gul mengatakan sebuah investigasi akan menyelidiki apakah pesawat telah ditembak di wilayah udara Turki, dan juga apakah Ankara telah membuka kontak dengan Damaskus meskipun diplomat kedua negara menyatakan tidak menyukai satu sama lain.

"Kami menarik kembali perwakilan kami di Suriah karena alasan keamanan. Ini bukan berarti kami tidak memiliki hubungan," jelas dia.

Target

Militer Turki mengatakan kehilangan kontak radio dengan F-4 Phantom pada11.58 waktu setempat pada Jumat, ketika terbang di atas Provinsi Hatay, sekitar 90 menit dari pangkalan udara militer Erhac di Provinsi Malatya.

Kemudian, militer Suriah mengatakan sebuah target yang tidak dapat diidentifikasi telah memasuki wilayah udara Suriah dari arah barat pada 11:40 waktu setempat, terbang rendah dengan kecepatan tinggi.

Pertahanan anti serangan udara menembak pesawat tersebut, menjatuhkannya di laut dekat provinsi Latakia.

Televisi Suriah menayangkan sebuah peta yang menggambarkan pergerakan pesawat, darai dari arah laut dekat Cyprus bagian utara.

Pernyataan militer mengatakan setelah itu baru diperoleh kejelasan bahwa target itu merupakan pesawat Turki yang memasuki wilayah udara Suriah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.