Turki minta pertemuan NATO untuk tanggapi penembakan pesawat tempurnya

Terbaru  25 Juni 2012 - 04:11 WIB
Menlu Turki, Ahmet Davutoglu.

Menlu Turki, Ahmet Davutoglu, menegaskan pesawat yang ditembak berada di wilayah internasional.

Turki meminta pertemuan negara-negara anggota NATO untuk menanggapi penembakan pesawat tempurnya oleh pasukan Suriah, Jumat 22 Juni.

Juru bicara NATO, Oana Lungescu, mengatakan pertemuan Dewan Atlantik Utara -yang merupakan pengambil kebijakan NATO- akan digelar Selasa 26 Juni 2012 di Brussels.

"Turki sudah meminta konsultasi berdasarkan Pasal 4 Traktat Washington yang merupakan pendiri NATO," katanya.

"Berdasarkan Pasal 4, seiap anggota bisa meminta pertemuan kapan saja, jika dalam pendapat mereka integritas wilayah, kemandirian politik maupun keamanan mereka terancam," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan pesawat tempur F-4 Phantom mereka berada di ruang angkasa internasional ketika ditembak.

Davutoglu menegaskan bahwa pesawat tempur itu sedang tidak dalam misi rahasia berkaitan dengan Suriah namun melakukan penerbangan latih untuk menguji kemampuan radar Turki.

AS mengecam keras

"Turki sudah meminta pertemuan berdasarkan Pasal 4 Traktat Washington yang merupakan pendiri NATO"

Oana Lungescu

Kementrian Luar Negeri Turki menambahkan sudah mengetahui koordinat dari reruntuhan pesawat tersebut -yang berada di dalam perairan Suriah- namun belum berhasil ditemukan.

Suriah menegaskan pesawat Turki itu berada di dalam ruang angkasa mereka.

Pemerintah Damaskus juga menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk tindakan bermusuhan dan mengatakan ketika militer mengetahui bahwa pesawat yang 'tidak bisa diidentifikasi' tersebut adalah milik Turki maka Angkatan Laut dikerahkan untuk menyelamatkan dua awak pesawat.

Upaya pencarian kedua awak masih diteruskan namun kecil kemungkinan keduanya bisa ditemukan dalam keadaan hidup.

Bagaimanapun serangan itu dikecam oleh para sekutu Turki di NATO.

"Amerika Serikat mengutuk tindakan yang tidak tahu malu dan tidak bisa diterima ini dengan kadar yang amat keras yang memungkinkan," tutur Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton.

"Ini kembali mencerminkan pihak berwenang Suriah yang tidak mempunyai perasaan atas norma-norma internasional, dan perdamaian dan keamanan," tambahnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, mengatakan tindakan militer Suriah tidak patut dan memperlihatkan betapa perilaku pemerintah Suriah tidak bisa diterima.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.