Evakuasi pemukim Yahudi dari Tepi Barat dimulai

Terbaru  26 Juni 2012 - 20:51 WIB
Pemukiman Yahudi di Ulpana

Para pemukim Yahudi di Ulpana bersiap-siap untuk dipindahkan.

Pihak berwenang Israel memulai proses evakuasi warga Yahudi dari pemukiman Ulpana, di pinggiran Tepi Barat, yang dianggap tidak sah.

Tindakan ini diambil setelah pengadilan memutuskan untuk merubuhkan kawasan pemukiman tersebut.

Para petugas tiba di Ulpana, Selasa 26 Juni pagi, untuk membantu kelompok pertama dari 30 keluarga yang akan dipindahkan ke pemukiman sementara di kawasan Beit El.

Evakuasi ini dilakukan setelah perundingan selama beberapa pekan antara penduduk Ulpana dan pemerintah Israel.

Awalnya ada kekhawatiran para pemukim yang dievakuasi akan bertahan sehingga harus dipindahkan secara paksa namun evakuasi Selasa berlangsung tanpa kekerasan walau para penghuni enggan meninggalkan rumahnya.

"Ini bukan hari yang menggembirakan di Israel," kata Brad Kitay, seorang warga Ulpana kepada kantor berita AP.

"Meninggalkan rumah amat gampang, tapi ke luar dari tempat tinggal amat sulit," tambahnya.

Pembangunan di Beit El

"Ini bukan hari yang menggembirakan di Israel."

Brad Kitay

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah memerintahkan pembangunan 300 rumah baru di Beit El.

Sejumlah pihak melihat evakuasi ini sebagai upaya untuk menghambat gerakan para pemukim Yahudi dan pengkritik beraliran sayap kanan dari Partai Likud pimpinan Netanyahu.

Kawasan pemukiman di pinggiran Tepi Barat yang terletak di Ulpana dianggap tidak sah berdasarkan undang-undang Israel dan pemerintah sepakat untuk memindahkan mereka berdasarkan rencana perdamaian yang disebut Peta Jalan Damai tahun 2003.

Berdasarkan undang-undang internasional maka semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur dianggap tidak sah walau pemerintah Israel membantah padangan tersebut.

Kawasan pemukiman Ulpana yang dibangung di atas tanah milik pribadi warga Palestina sudah lama menjadi sumber ketegangan antara pemukim Yahudi dan pemerintah.

Ulpana merupakan bagian dari kawasan pemukiman Beit El yang lebih besar dan terletak di Jerusalem utara, yang dibangun di atas tanah yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah 1967.

Warga Palestina menegaskan tanah itu menjadi bagian dari negara masa depan mereka.

Pembangunan perumahan di Beit El dikecam oleh Otorita Palestina dan juga Amerika Serikat karena akan menghambat proses perdamaian.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.