Prancis menjadi lawatan terakhir Aung San Suu Kyi di Eropa

Terbaru  26 Juni 2012 - 22:41 WIB
Aung San Suu Kyi tiba di Paris

Aung San Suu Kyi tiba di Paris dengan menggunakan kereta api dari London.

Pemimpin oposisi Burma, Aung San Suu Kyi, sudah tiba di Prancis, Selasa 26 Juni siang, untuk bertemu dengan Presiden Prancis, Francois Hollande, dalam lawatan terakhirnya ke Eropa.

"Prancis akan memberi penghormatan kepada perjuangan istimewa dari perempuan ini untuk hak asasi manusia," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Bernard Valero.

Selain melakukan pertemuan dengan Presiden Hollande, Suu Kyi juga akan menghadiri jamuan makan malam di kediaman resmi presiden Prancis, Istana Elysee.

Dalam kunjungan tiga harinya di Prancis, dia akan menerima penghargaan yang diberikan pada tahun 2004 sebagai warga kehormatan Paris dan menanam 'pohon kebebasan'.

Suu Kyi juga akan menggelar diskusi dengan dengan para mahasiswa di Universitas Sorbonne di Paris dan bertemu dengan para pegiat demokrasi Burma.

"Prancis merupakan perlambang di banyak hati orang Burma," tutur Pierre Martial, Ketua Asosiasi Aung San Suu Kyi kepada kantor berita Prancis, AFP.

"Prancis tetap merupakan negara hak asasi dan negara yang paling banyak melakukan mobilisasi untuknya," tambah Pierre.

Film The Lady

"Prancis akan memberi penghormatan kepada perjuangan istimewa dari perempuan ini untuk hak asasi manusia."

Bernard Valero

Selama menjadi tahanan rumah, Aung San Suu Kyi mendapat dukungan yang cukup besar dari kalangan pegiat hak asasi manusia di Prancis.

Sebuah film yang mengisahkan tentang perjalanan hidupnya dengan judul The Lady diproduksi pada tahun 2011 oleh sutradara terkenal Prancis, Luc Besson, dengan bintang Michelle Yeoh.

Suu Kyi tiba di Prancis dengan menggunakan kereta api dari London. Di Inggris, Suu Kyi menjadi satu-satunya pemimpin yang bukan kepala pemerintahan yang berpidato di depan parlemen.

Sebelumnya Suu Kyi berkunjung ke Norwegia untuk menerima Nobel Perdamaian yang ia terima 20 tahun lalu ketika dia masih berada dalam tahanan rumah di zaman kekuasaan rezim militer Burma.

Aung San Suu Kyi terpilih sebagai anggota parlemen lewat pemilihan sela pada April 2012.

Tahun 2010, Burma melakukan pemilihan umum pertama sebagai bagian dari proses transisi menuju demokrasi. Sejak saat itu, pemerintah terpilih -yang didukung rezim militer- menempuh sejumlah langkah, antara lain membebaskan para tahanan politik.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.