Ketegangan masih terasa setelah bentrokan di Shaxi, Cina

Terbaru  27 Juni 2012 - 19:06 WIB
Pabrik di Cina

Sebagian besar industri Cina mengandalkan pekerja migran dengan upah rendah.

Situasi di kota Shaxi, Cina selatan, hari Rabu 27 Juni masih tetap tegang setelah maraknya bentrokan antara ratusan pekerja migran dengan polisi.

Wartawan BBC di Shaxi, John Sudworth, melaporkan lalu lintas memang sudah kembali lancar dan pihak berwenang mengerahkan ratusan aparat polisi tambahan.

Sejumlah polisi antara lain berjaga-jaga sambil berteduh bawah pohon-pohon di luar gedung pemerintah namun sekelompok pekerja migran terlihat masih berkumpul di kaki lima di seberang jalan.

Beberapa toko menggunakan papan pelindung untuk jendelanya dan masih memilih tutup.

Bentrokan antara para pekerja migran dan polisi yang marak dalam dua insiden selama sepekan menyebabkan sedikitnya 30 orang cedera.

Pusat Informasi Hak Asasi dan Demokrasi yang bermarkas di Hong Kong menyebutkan dua mobil polisi dirusak dalam bentrokan.

Keresahan meningkat

Laporan-laporan menyebutkan pemicu bentrokan adalah perkelahian antara pekerja migran yang berusia 15 tahun dengan seorang pelajar setempat. Para pekerja migran kemudian mendengar kabar bahwa polisi memperlakukan secara buruk pekerja migran itu.

Shaxi yang terletak di Provinsi Guangdon -dekat dengan perbatasan Hong Kong- merupakan salah satu kawasan industri yang penting dalam menunjang ekspor Cina.

Wartakan BBC menambahkan bahwa sebagian besar industri di Cina mengandalkan tenaga kerja yang murah, yang belakangan semakin gelisah karena upah rendah, menghadapi korupsi para pejabat pemerintah, dan tidak memilili hak-hak sosial.

Angka yang dikeluarkan lembaga-lembaga yang didukung pemerintah menunjukkan sekitar 90.000 kerusuhan sosial berlangsung sepanjang tahun 2010 namun diperkirakan masih banyak unjuk rasa yang tidak tercatat.

Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan pada tahun 1993 dengan 8.700 kerusuhan.

Pemerintah pusat Beijing sudah menyadari keresahan sosial dari para pekerja migran dan memberikan anggaran lebih besar untuk keamanan dalam negeri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.