Konferensi tentang Suriah dibuka hari ini

Terbaru  30 Juni 2012 - 10:54 WIB

Menlu AS Hillary Clinton menggelar pertemuan pendahuluan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di St Petersburg.

Konferensi membahas penyelesaian damai krisis di Suriah, yang digagas utusan PBB untuk Suriah Kofi Annan, akan dibuka hari ini di Jenewa, Swiss.

Usulan Kofi Annan berupa pemerintahan bersama yang terdiri anggota kelompok oposisi dan wakil pemerintah yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi, akan menjadi materi utama pembicaraan dalam konferensi itu

Namun, pertemuan yang dihadiri antara lain perwakilan negara-negara Barat dan Rusia ini masih diwarnai pertentangan tentang skema usulan perubahan politik di Suriah yang tidak memasukkan nama Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia, yang sejak awal mendukung Presiden Assad, menolak ide perubahan politik Suriah berupa penggusuran pimpinan Suriah tersebut.

Perbedaan pendapat itu menjadi materi pembicaraan pendahuluan antara Menlu AS Hillary Clinton, dan Menlu Rusia Sergei Lavrov di St Petersburg, pada Jumat (29/06) waktu setempat, demikian keterangan seorang pejabat AS.

Sejumlah laporan menyebutkan, pertemuan ini membahas formula yang tepat dan dapat disepakati untuk mengakhiri pertumpahan darah yang terus berlanjut di Suriah.

Sebelumnya, Sergei Lavrov mengatakan pertemuannya dengan Hillary merupakan "kesempatan yang sangat baik" untuk menemukan landasan bersama untuk menyelesaikan krisis Suriah secara damai.

Assad tolak mundur

Hasil pembicaraan Hillary dan Lavrov akan dibahas lebih lanjut dalam konferensi di Jenewa, Swiss, yang akan dihadiri pula lima anggota tetap DK PBB dan negara-negara di kawasan Timur Tengah yaitu Turki, Irak, Kuwait dan Qatar.

Di Suriah, pertumpahan darah dengan korban warga sipil, terus terjadi. Sejak Kamis lalu, lebih dari 100 orang tewas, kata sejumlah laporan.

Setidaknya 25 orang, termasuk 11 warga sipil dan 13 tentara, tewas pada Jumat, dan menurut Pengamat masalah HAM Suriah yang berbasis di London, sedikitnya 117 warga sipil tewas pada Kamis.

Namun laporan-laporan lain mengatakan, korban tewas kemungkinan jumlahnya lebih tinggi.

Sementara itu, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dia tidak akan menerima solusi pengunduran dirinya yang dipaksakan dari luar.

Dalam wawacara dengan televisi Iran, Assad mengatakan persoalan di negaranya merupakan "masalah internal" dan "tidak ada hubungannya dengan negara-negara asing".

Assad juga menekankan, tekanan negara-negara asing terhadap Suriah akan berdampak terhadap kebijakannya dalam masalah keamanan dalam negeri.

'

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.