Parlemen Jepang akan rilis laporan penyelidikan Fukushima

Terbaru  5 Juli 2012 - 12:21 WIB
fukushima reactor

Reaktor nuklir Fukushima Daiichi rusak akibat tsunami

Sebuah panel parlemen Jepang akan merilis laporan mengenai penanganan bencana nuklir di Fukushima, beberapa bulan setelah dengar pendapat.

Laporan itu diperkirakan akan mengkritik tajam pejabat pemerintah dan operator reaktor Tokyo Electric Power (Tepco).

Sementara itu, reaktor nuklir pertama yang akan kembali diaktifkan sejak bencana Maret 2011 itu mulai menghasilkan listrik.

Reaktivasi yang merupakan perintah Perdana Menteri Yoshihiko Noda bulan lalu, menuai protes.

Panel parlemen itu, dibentuk Mei 2011, pada Desember mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa Tepco dan badan nuklir Jepang gagal "mengambil tindakan pencegahan dalam antisipasi bahwa kecelakaan buruk seperti yang diakibatkan tsunami lalu dapat terjadi."

Pemerintahan PM Naoto Kan saat itu juga dikritik karena dinilai lambat merespon krisis dan menunda penyampaian informasi pada publik.

Beberapa anggota panel mengatakan Kan dan asisten-asistennya mengganggu pekerja di reaktor nuklir tersebut dengan telepon-telepon tanpa henti, kata wartawan BBC Mariko Oi di Tokyo.

Kunjungannya ke reaktor tersebut juga dianggap mengganggu para pekerja.

Ketika ia hadir di panel, Kan mengatakan ia tidak mendapat gambaran utuh mengenai apa yang terjadi di sana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.