ASEAN upayakan kesepakatan dengan Cina

Hun Sen Hak atas foto Reuters
Image caption PM Kambodja, Hun Sen mengatakan pembahasan kode etik penyelesaian Laut Cina Selatan menjadi prioritas.

Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara, ASEAN telah memutuskan untuk mengadopsi sejumlah 'elemen kunci' pada kode etik pelaksanaan penyelesaian sengketa di wilayah Laut Cina Selatan.

Seorang pejabat ASEAN mengatakan mereka saat ini tengah mengupayakan kesepakatan dengan Cina dalam menyusun sebuah kode etik yang akan mengatur masalah-masalah kelautan di wilayah tersebut.

Saat ini Cina dan sejumlah negara terlibat sejumlah klaim yang masih terus menjadi sengketa di kawasan Laut Cina Selatan.

Tensi yang terus meningkat di kawasan ini menjadikan persoalan Laut Cina Selatan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan regional yang berlangsung pekan ini.

Pertemuan antara menteri luar negeri negara-negara ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja ini merupakan bagian dari rangkaian rencana pertemuan yang nantinya akan melibatkan 16 negara mitra ASEAN termasuk Cina.

Pertemuan tersebut juga akan dihadiri Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Sikap Cina

Clinton yang juga akan memimpin delegasi perdagangan AS ke pertemuan kali ini mengatakan hasil keputusan ASEAN dalam menyepakati sejumlah elemen kunci dalam kode etik penyelesian sengketa di Laut Cina Selatan adalah sebuah kemajuan.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen mengatakan pembahasan kode etik dalam penyelesaian sengketa di wilayah Laut Cina Sealatan merupakan prioritas dalam pertemuan kali ini.

Kementerian Luar Negeri Cina sebelumnya telah mengatakan mereka berkeinginan untuk mendiskusikan kode etik ini.

"Ketika kondisi soal ini sudah matang Cina akan berdiskusi dengan negara-negara ASEAN tentang formulasi kode etik ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Liu Weimin.

Sebelumnya Filipina memimpin sejumlah negara anggota ASEAN lainnya mendesak agar organisasi tersebut mendekati Cina untuk menerima kesepakatan tentang kode etik penyelesaian sengketa di wilayah Laut Cina Selatan.

Sebelumnya sejumlah negara ASEAN seperti Filipina dan Vietnam terlibat perseteruan terkait perbatasan wilayah mereka di kawasan Laut Cina Selatan.

Berita terkait