Parlemen Mesir mulai kembali bersidang

Terbaru  10 Juli 2012 - 17:52 WIB
Sidang parllemen Mesir, 10 Juli 2012.

Parlemen Mesir sempat menggelar sidang sekitar lima menit sebelum ditunda.

Parlemen Mesir kembali bersidang, Selasa 10 Juli, sesuai dengan perintah presiden yang baru terpilih, Mohammed Mursi.

Namun sidang tersebut hanya berjalan sekitar lima menit dan kemudian ditunda.

Berkumpulnya kembali anggota parlemen ini merupakan perlawanan terhadap Dewan Agung Militer yang sudah membubarkan parlemen menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi.

Dalam sidang pertamanya setelah dibubarkan militer, ketua parlemen, Saad El-Katatni, mengatakan kepada para anggota bahwa sidang ditujukan untuk mencari jalan dalam mewujudkan keputusan Mahkamah Konstitusi dan bukan membahasnya.

"Saya ingin menegaskan bahwa kita tidak melawan keputusan, namun melihat mekanisme untuk mengimplementasikan keputusan dari pengadilan yang terhormat. Tidak ada agenda lain hari ini," tuturnya.

Parlemen kemudian sepakat untuk mencari pertimbangan hukum dari pengadilan tinggi dan sidang kemudian ditunda

Dalam pernyataan Senin (09/07) kemarin, dewan yang memerintah Mesir untuk sementara setelah jatuhnya Presiden Husni Mubarak itu menegaskan agar semua orang mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi.

"Saya ingin menegaskan bahwa kita tidak melawan keputusan, namun melihat mekanisme untuk mengimplementasikan keputusan dari pengadilan yang terhormat."

Saad El-Katatni

Hal itu merupakan peringatan terhadap Presiden Mursi yang meminta agar parlemen kembali bersidang.

Konflik politik

Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah, Jon Leyne, melaporkan Mesir tampaknya sedang berada di bawah bayang-bayang konflik politik antara presiden dan Dewan Agung Militer.

Pertengahan Juni lalu, Mahkamah Konstitusi Mesir memutuskan bahwa pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen yang berlangsung tahun lalu dinilai tidak sesuai dengan undang-undang.

Dewan Militer Agung kemudian membubarkan parlemen namun Presiden Mohammed Mursi -yang merupakan calon dukungan partai beraliran Islam, Ikhwanul Muslimin- meminta agar parlemen kembali bersidang.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, yang sedang berada di Vietnam mendesak agar presiden dan militer segera mengatasi perbedaan mereka demi masa depan warga Mesir.

"Kami mendesak dilakukannya dialog yang intensif di antara para pihak yang terlibat untuk menjamin adanya jalur yang jelas bagi mereka untuk diikuti," tutur Clinton dalam konferensi pers di Hanoi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.