MK Thailand menolak petisi perubahan konstitusi

Terbaru  13 Juli 2012 - 17:04 WIB
Polisi Thailand

Polisi berjaga-jaga di seputar gedung Mahkamah Konstitusi Thailand menjelang putusan.

Mahkamah Konstitusi Thailand menolak argumen pihak oposisi bahwa rencana pemerintah untuk mengubah konstitusi merupakan upaya menggulingkan monarki.

Anggota parlemen dari partai yang memerintah Pheu Thai menyatakan konstitusi tidak disusun secara demokratis karena dibentuk setelah keduta militer tahun 2006.

Namun pihak oposisi mengatakan kepada Mahkamah Konstitusi bahwa perubahan itu dapat merongrong monarki Thailand.

Keamanan diperketat di Thailand karena banyak pihak yang khawatir akan terjadi demonstrasi besar menjelang keputusan mahkamah konstitusi.

MK mengatakan referendum diperlukan untuk memutuskan apakah pemerintah dapat melanjutkan usulan perubahan konstitusi itu, menurut kantor berita Reuters.

Bila petisi kelompok oposisi itu dikabulkan, MK dapat memerintahkan pembubaran partai Perdana Menteri Yingluck Shinawatra - langkah yang dapat memicu protes besar dan kemungkinan kekerasan.

Dalam putusannya, hakim MK Nurak Marpraneet mengatakan konstitusi dapat diamandemen pasal demi pasal namun tidak secara keseluruhan.

Nurak mengatakan "tidak ada cukup fakta" untuk menunjukkan bahwa amandemen itu dapat menggulingkan monarki.

Kelompok baju merah dan kuning

Kasus hukum ini merupakan pergulatan politik antara pendukung dan penentang mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan enam tahun lalu.

Dalam lima tahun terakhir, MK telah dua kali membubarkan partai yang memerintah. Hal ini menyebabkan banyak pendukung Partai Pheu Thai yang berkumpul karena khawatir MK akan membubarkan partai itu, kata wartawan BBC Jonah Fisher di Bangkok.

Pheu Thai dipimpin oleh Yingluck Shinawatra, adik mantan PM Thaksin yang digulingkan. Thaksin sendiri tinggal di pengasingan di Dubai setelah digulingkan oleh militer September 2006.

Persaingan antara pendukung dan penentangnya yang dikenal sebagai tim baju merah dan kelompok baju kuning, sering menjadi penyebab kekerasan politik di negara itu.

Kelompok baju kuning berada di balik protes jalanan yang menyebabkan kudeta militer tahun 2006 dan juga demonstrasi dua tahun kemudian yang menyebabkan sekutu Thaksin digeser dari kekuasaan.

Pada April 2010, kelompok baju merah menduduki pusat kota Bangkok dalam upaya menggulingkan pemerintahan.

Demonstrasi berubah menjadi kekerasan saat tentara berupaya membubarkan pengunjuk rasa dan menyebabkan 17 warga meninggal dan juga empat tentara dalam bentrokan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.