Ancaman banjir membuat 250.000 warga Jepang mengungsi

Terbaru  14 Juli 2012 - 17:44 WIB
Banjir di Jepang

Pasukan bela diri Jepang ikut membantu mengatasi dampak banjir.

Setidaknya 250.000 warga Jepang diminta meninggalkan rumah mereka di kawasan Jepang barat daya hari Sabtu (14/7) karena hujan deras yang makin parah dikhawatirkan menyebabkan lebih banyak banjir dan tanah longsor.

Berbagai laporan menyebutkan lebih dari 20 orang tewas atau hilang setelah hujan deras selama tiga hari di Pulau Kyushu.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan curah hujan di pulau tersebut mencapai 11 cm/jam pada hari Sabtu.

Tanggul di sejumlah sungai jebol dan warga memilih tinggal di tempat-tempat penampungan untuk menghindari genangan air yang makin tinggi di sejumlah permukiman.

Tayangan televisi menunjukkan air berlumpur yang bercampur dengan aneka puing-puing menerjang perumahan.

Di sekitar Sungai Yamakuni di Prefektur Oita, ketinggian banjir sempat mencapai atap rumah, namun kemudian air surut.

Seorang pejabat mengatakan di Prefektur Fukuoka saja telah terjadi 181 tanah longsor.

Juru bicara prefektur ini, Hiroaki Aoki, mengatakan 820 rumah rusak sementara tiga jembatan terbawa arus.

"Saya tidak pernah melihat banjir dengan skala seperti ini di prefektur kami," kata Aoki kepada AFP.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.