Hillary Clinton kunjungi Israel

Hak atas foto d
Image caption Menlu AS Hillary Clinton tiba di Israel setelah berkunjung ke Kairo.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton berada di Israel untuk bertemu para pemimpin negara itu menyusul kunjungannya ke Mesir.

Israel sebelumnya menunjukkan kecemasannya terhadap perubahan kepemimpinan di Mesir.

Dalam kunjungan singkatnya Clinton diperkirakan akan menyampaikan jaminan Presiden Mesir yang baru, Mohammed Mursi, bahwa Kairo akan mematuhi perjanjian perdamaian dengan Israel.

Selama di Israel, Clinton diagendakan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Shimon Peres, Menteri Pertahanan Ehud Barak, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, serta Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad.

Pertemuan ini diharapkan pula menyentuh persoalan program nuklir Iran, salah-satu sumber kekhawatiran Israel, serta tindak lanjut proses perdamaian Timur Tengah yang nyaris redup.

Saat berada di Mesir, Menlu Clinton telah mendesak kalangan sipil dan militer Mesir berdialog dan menyelesaikan transisi demokrasi.

Konfrontasi

Dalam kunjungan itu, Menlu Clinton bertemu Presiden baru Mesir Mohammed Mursi hari Sabtu dan pemimpin dewan militer Marsekal Hussein Tantawi hari Minggu.

Mursi dan Tantawi adalah dua pemain kunci pertarungan politik di Mesir.

"Penting untuk memastikan semua pemangku kepentingan bertemu dan berdialog menyelesaikan persoalan di seputar parlemen dan konstitusi," kata pejabat AS ini menambahkan.

Dia menjelaskan AS tidak ingin melihat ada konfrontasi yang bisa membuat Mesir keluar dari jalur menuju demokrasi.

Clinton merupakan pejabat senior AS pertama yang bertemu dengan Mursi, presiden pertama setelah Husni Mubarak mundur dari kekuasaan pada 11 Februari 2011.

Mursi adalah tokoh Ikhwanul Muslimin, kelompok yang ditekan pemerintah Mubarak selama beberapa dekade.

Mursi menang di pemilihan presiden pertama pasca-Mubarak dan dilantik dua pekan silam.

Berita terkait