Suu Kyi akan berkunjung ke AS

Terbaru  18 Juli 2012 - 13:35 WIB
Aung san Suu Kyi

Aung san Suu Kyi mengunjungi Eropa selama dua pekan pada bulan lalu.

Pemimpin oposisi Burma, Aung San Suu Kyi akan berkunjung ke AS pada September nanti, yang pertama kali sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Dia akan menerima penghargaan dari sebuah lembaga dan Kongres AS, seperti disampaikan dalam sebuah laporan.

Dia juga akan diundang untuk bertemu dengan pejabat pemerintah, seperti disampaikan oleh Departemen Luar Negeri.

Baru-baru ini, Suu Kyi mengunjungi Eropa selama 17 hari dan dalam tur itu dia menerima penghargaan Nobel Perdamaian, 21 tahun setelah diberikan.

Lembaga think-tank Dewan Atlantic mengatakan dia menerima sebuah undangan untuk menghadiri makan malam di New York pada 21 September, dimana dia akan menerima penghargaan Global Citizen.

Penghargaan yang diberikan secara rutin itu juga akan diberikan kepada diplomat AS dan peraih nobel Henry Kissinger, mantan komisioner tinggi PBB untuk pengungsi Sadako Ogata, dan musisi dan aktivis kemanusiaan Quincy Jones.

Dalam kunjungannya itu Suu Kyi juga diharapkan akan hadir untuk menerima penghargaan Congressional Gold Medal, sebuah penghargaan tertinggi dari Kongres AS yang diberikan pada 2008, sepeti disampaikan laporan kantor berita AFP.

"Kami mjenunggu untuk mencocokan waktu yang tepat untuk menyambut Aung San Suu Kyi di Departemen Luar Negeri dan dia akan melakukan kerjasama bilateral di AS," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Patrick Ventrell kepada wartawan, tanpa mengkonfirmasi tanggal kedatangan tokoh oposisi Burma ini.

Perkembangan politik

Aung San Suu Kyi menghabiskan waktu selama dua dekade dalam tahanan rumah di Burma, sebelum dibebaskan pada akhir 2010.

Dia memenangi kursi di parlemen Burma dalam pemilu sela April lalu, dan melakukan debut pertamanya sebagai anggota parlemen pada awal bulan ini, setelah kembali dari kunjungan ke Eropa.

Suu Kyi mengunjungi Inggris, Swiss, Irlandia, Prancis dan Norwegia, yang merupakan kunjungan luar negeri keduanya setelah Thailand Mei lalu.

Kunjungan selama dua pekan itu memperlihatkan adanya perkembangan politik di Burma.

Dia memutuskan untuk bepergian lagi sebagai sinyal kepercayaan dalam pemerintahan Presiden Thein Sein, yang mendorong adanya reformasi setelah digelarnya pemilu pertama Burma setelah 20 tahun, November 2010 lalu.

Suu Kyi merupakan putri dari pemimpin pejuang kemerdekaan Burma, Aung San, yang dibunuh pada 1947.

Dia menjadi pemimpin pro demokrasi Burma, ketika kembali ke negara itu pada 1988, untuk menjaga ibunya yang sakit. Sebelumnya, dia tinggal di luar negeri dalam waktu yang cukup lama.

Dia tidak meninggalkan Burma, karena khawatir penguasa militer tidak akan mengijinkannya untuk kembali.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.