Omar Suleimen meninggal di Amerika Serikat

omar suleiman Hak atas foto AP
Image caption Omar Suleiman dikawal polisi setelah memasukkan berkas capres di Kairo, April 2012.

Mantan kepala badan intelijen Mesir, Omar Suleiman, meninggal dunia ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, Kamis (19/07), pada usia 77 tahun.

Jenderal Suleiman adalah salah satu tokoh kunci di lingkaran dalam Presiden Husni Mubarak yang terguling.

Ia menjabat sebagai wakil presiden ketika berlangsung gerakan perlawanan terhadap pemerintah Mubarak tahun lalu.

Asisten pribadi Suleiman, Hussein Kamal, mengatakan Suleiman meninggal dunia secara mendadak.

"Ia baik-baik saja. Tapi tiba-tiba meninggal ketika menjalani pemeriksaan medis di Cleveland," kata Kamal kepada kantor berita Reuters.

Reem Mamdouh, salah satu anggota tim sukses Suleiman, menjelaskan kepada kantor berita AFP bahwa kesehatan Suleiman menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Amankan Mubarak

"Kesehatannya memburuk sejak beberapa waktu lalu. Ia ke Amerika Serikat bersama keluarganya," kata Mamdouh.

Suleiman memimpin badan intelijen Mesir selama 18 tahun dan diangkat menjadi wakil presiden hanya beberapa hari setelah pecah gerakan perlawanan terhadap pemerintah.

Dua pekan kemudian, ia tampil di televisi mengumumkan bahwa Mubarak mundur sebagai presiden, yang langsung disambut suka cita di Lapangan Tahrir, Kairo.

Ia mencoba ikut pemilihan presiden tahun ini namun didiskualifikasi dan kemudian dilaporkan menetap di Abu Dhabi.

Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, mengatakan Suleiman adalah tokoh penting di balik Mubarak.

Dengan jabatan kepala badan intelijen ia mendapat tugas mengamankan posisi Mubarak sebagai presiden.

Selain itu, kata wartawan BBC, Suleiman sering diminta mewakili Mesir dalam perundingan dengan para pejabat Israel, Palestina, dan Amerika Serikat.

Berita terkait