Kepala Keamanan Nasional Suriah tewas

Tentara pemerintah Suriah di Midan, Damaskus. Hak atas foto AFP
Image caption Tentara pemerintah Suriah memukul mundur kelompok pemberontak dari Midan, di pinggiran Damaskus.

Kepala Biro Keamanan Nasional Suriah tewas karena cedera yang disebabkan oleh serangan bom hari Rabu 18 Juli.

Stasiun TV pemerintah mengumumkan Hisham Ikhtiar merupakan korban jiwa keempat dalam serangan atas Biro Keamanan Nasional di ibukota Damaskus.

Sementara itu pertarungan terus berlanjut di sejumlah tempat di negara itu dan pemberontak dilaporkan berhasil menguasai beberapa pos perbatasan.

Kematian Ikhtiar diumumkan pada hari pemakaman tiga korban lainnya, yaitu antara lain Menteri Pertahanan, Daoud Rajiha, dan wakilnya yang juga merupakan ipar Presiden Bashar al-Assad, Assef Shawkat.

Serangan atas kantor Biro Keamanan Nasional pada hari Rabu itu terjadi setelah kelompok pemberontak mengumumkan akan melancarkan serangan habis-habisan ke ibukota, yang disebut dengan Operasi Gunung Berapi Damaskus.

Komentar Dubes Rusia

Sejak Minggu (15/07) hingga har ini, Jumat 20 Juli, kontak senjata berlangsung di beberapa tempat di Suriah, temasuk di Damaskus.

Media pemerintah melaporkan pasukan keamanan sudah membebaskan kawasan Midan di pinggiran Damaskus dari teroris.

Kelompok perlawanan mengatakan mundur dari Midan setelah dihujani dengan serangan meriam, namun mereka menguasai beberapa pos perbatasan, antara lain di dekat perbatasan dengan Irak dan Turki.

Dalam perkembangan lain, Duta Besar Rusia untuk Prancis telah memicu perdebatan dengan pemerintah Damaskus karena memberi isyarat bahwa Presiden al-Assad sudah siap untuk mundur.

Alexander Orlov mengatakan bahwa al-Assad pada dasarnya sepakat untuk mundur sebagai akibat dari pertemuan di Jenewa bulan lalu yang membahas recana peralihan menuju demokrasi di Suriah.

"Assad menunjuk perwakilannya untuk mempimpin perundingan dengan oposisi guna transisi tersebut. Itu berarti dia menerima untuk mundur, namun dengan cara yang beradab," tutur Orlov.

Komentar itu ditanggapi Suriah dengan kemarahan dan Menteri Kementrian Suriah mengatakannya sebagai komentar yang sama sekali tidak berdasar.

Berita terkait