Pemberontak Suriah kuasai perbatasan

Terbaru  20 Juli 2012 - 08:19 WIB
Suriah

Pemberontak menyebutkan mereka menguasai perbatasan Suriah dengan Turki dan Irak.

Pemberontak Suriah mengklaim telah menguasai sejumlah lokasi di perbatasan Turki dan Irak.

Seorang pejabat senior Irak mengatakan seluruh perlintasan ke bagian timur Suriah telah dikuasai. Selain itu, dua pos perbatasan Turki juga berada dalam genggaman pemberontak.

Pemerintah Irak, tampaknya bersimpati kepada Presiden Bashar al-Assad, dan mengancam akan menutup perbatasan.

Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters, perlintasan yang ditutup adalah Abu Kamal.

Di perbatasan Suriah- Turki, pemberontak mengatakan mereka telah menguasai dua pos, Bab al-Hawa dan Jarablus.

Video dari perlintasan Bab al-Hawa di Provinsi Idli, muncul pemberontak yang menghancurkan gambar Presiden Assad, tetapi kemudian mereka menarik diri dari lokasi.

Selama empat hari terakhir, pemberontak telah terlibat dalam bentrokan di wilayah ibukota, sebagai bagian dari serangan yang mereka sebut "Gunung berapi Damskus", melawan pasukan pemerintah Suriah.

Wartawan BBC Jim Muir yang berada di Lebanon, yang bertetangga dengan Suriah, melaporkan pemberontak kemungkinan menyadari bahwa rezim memberi perhatian kepada pertempuran di ibukota, sehingga mereka melakukan serangan ke perbatasan negara itu dengan Irak.

Kelompok oposisi mengatakan perbatasan Abu Kamal yang melintasi Sungai Furat di bagian timur dikuasai setelah terjadi pertempuran dengan pasukan pemerintah.

Lebih dari 20 orang tentara Suriah dan komandan mereka tewas ketika terjadi serangan, seperti diberitakan oleh kantor berita Associated Press.

Serangan terjadi setelah kematian tiga orang pejabat penting, menyebabkan pasukan pemerintah terus berupaya untuk mendesak pemberontak keluar dari kota.

Peperangan meningkat

Assad

Presiden Assad muncul ketika melantik KSAD Jenderal Fahd Jassim al-Furayi

Saudara ipar presiden, menteri pertahanan dan kepala tim krisis pemerintah tewas akibat ledakan bom, ketika menghadiri pertemuan di kantor pusat keamanan nasional.

Tank dan kendaraan militer yang dilengkapi senjata dilaporkan bergerak ke Qaboun pada Kamis (19/7) dekat dengan pusat ibukota Damaskus.

Aktivis menyebutkan, serangan di Zamalka di bagian timur Damaskus menyebabkan kerusakan parah.

Sementara itu, potongan gambar Presiden Assad ditayangkan pertama kalinya setelah serangan terjadi, dan menyudahi rumor yang menyebutkan dia kemungkinan terluka.

Tayangan itu menampilkan Jenderal Fahd Jassim al-Furayj, Kepala Staf Angkatan Darat, yang diambil sumpah untuk menduduki jabatan baru.

Organisasi pemantau HAM Suriah yang berbasis di London menyebutkan jumlah kerusakan di seluruh negara itu mencapai 250.

Meningkatnya pertempuran di Suriah yang berlangsung sangat cepat, bertolak belakang dengan upaya para diplomat di Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi masalah di Suriah.

Dalam pertemuan terakhir, Rusia dan Cina memveto resolusi yang diajukan untuk memberikan sanksi yang lebih berat kepada pemerintah Suriah.

Resolusi yang diusulkan itu, pemerintah Damaskus akan terancam sanksi non militer jika gagal menarik pasukan dan senjata berat di wilayah permukiman.

Usulan yang merujuk pada bab tujuh piagam PBB, itu menurut diplimat Rusia untuk PBB Vitaly Churkin, akan memuluskan jalan bagi masuknya militer asing untuk mencampuri urusan dalam negeri Suriah.

Inggris, AS dan Prancis mengatakan PBB mengecewakan masyarakat Suriah, dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengecam veto yang dilakukan Rusia dan Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.