Pelaku bom Bulgaria masih diselidiki

Terbaru  21 Juli 2012 - 11:56 WIB
CCTV Bulgaria

Tersangka ledakan bom diduga terekam dalam CCTV di bandara Burgas.

Aparat keamanan masih berupaya mengidentifikasi tersangka pelaku ledakan bom bunuh diri yang menewaskan lima warga Israel dan supir bis di Bulgaria.

Potongan gambar kamera pengawas CCTV di bandara Burgas, yang dipublikasikan Jumat, menunjukan seseorang berkulit putih dengan rambut panjang.

Tetapi, saksi mengatakan bahwa tersangka merupakan seorang pria berkulit hitam dengan rambut pendek berwarna coklat, dan aksen Arab, dan diperkirakan menggunakan wig.

Sidik jari dan contoh DNA dari jasad pelaku masih diteliti.

FBI dan CIA bekerja sama dengan penyelidik Bulgaria untuk memecahkan kasus tersebut.

Dalam keterangannya Jumat (20/7) lalu, Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan bahan peledak TNT yang digunakan dalam serangan itu sekitar 3 kg.

Dia mengatakan pelaku diperkirakan bukan warga negara Bulgaria, dan penyelidikan mengarah kepada Mehdi Ghezali, seorang warga negara Swedia dan bekas tahanan Guantanamo, yang kemungkinan merupakan tersangka pelaku.

Tersangka mencoba untuk menyewa mobil sehari sebelum peristiwa terjadi, tetapi ditolak karena foto di SIM nya diragukan, menurut polisi dan perusahaan rental mobil.

Penyerang memiliki SIm palsu dari negara bagian AS Michigan. Menurut kantor berita AFP, SIM itu terdaftar atas nama Jacque Felipe Martin dari Baton Rouge, Louisiana, lahir pada 1987.

Bom Bulgaria

Ledakan bom bunuh diri di Bulgaria menyebabkan 30 orang terluka.

Afrodita Petrova, dari perusahaan rental mobil, mengatakan: "Rambutnya terlihat dicukur... dan rambutnya coklat."

Dia mengatakan tersangka tampak seperti orang Arab, berkulit gelap dan berbicara bahasa Inggris dengan aksen Arab. Dia juga memiliki uang banyak dalam pecahan 500-euro, dan tampak marah.

Berbicara kepada televisi nasional Bulgaria, dia bersikukuh bahwa orang yang dia maksud itu sama dengan cuplikan gambar CCTV yang dipublikasikan oleh otoritas, dan terlihat seperti memakai wig.

Gambar itu menunjukkan tersangka masuk dan keluar terminal, menggunakan topi bisbol untuk menutup rambut panjannya dan membawa ransel.

Pejabat yakin ransel itu memuat bom yang kemudian diletakan di tempat penyimpanan di bis turis.

Jaksa yakin bahwa pria itu berambut pendek, tetapi tak jelas apakah dia menggunakan wig atau kemudian mencukur rambut setelah aktivitasnya terekam di CCTV, seperti dilaporkan AP.

Pemakaman korban

Korban luka

Korban dimakamkan di Israel yang merupakan negara asal mereka.

Korban yang tewas dalam ledakan bom bunuh diri itu adalah empat orang merupakan laki-laki berusia sekitar 20an dan seorang perempuan hamil.

Jumat lalu, pemakaman para korban yang merupakan warga Israel dilakukan di negara mereka.

Para korban merupakan teman sejak kecil yaitu Yitzik Kolengi, 28 tahun, dan Amir Menashe, 27; Kochava Shriki, perempuan hamil berusia 42 tahun, dan temannya Maor Harush, 26 tahun, serta Elior Price, 24 tahun.

Dalam percakapan melalui telepon dengan Perdana Menteri Bulgaria Boiko Borisov, Presiden AS Barack Obama menyebut serangan itu "babar" dan menawarkan dukungan penyelidikan bagi Bulgaria.

Israel menuduh Iran dan kelompok militan Syiah Lebanon Hisbullah atas ledakan yang juga menyebabkan 30 orang luka.

Iran menyatakan mengecam "seluruh aksi teroris". Hisbullah belum menyampaikan keterangan untuk merespon tuduhan Israel.

Pejabat Israel menekankan bahwa sejumlah upaya serangan dengan target warga Israel dilakukan di sejumlah negara seperti India, Thailand, Azerbaijan, Kenya dan Cyprus.

Bulgaria dikenal sebagai lokasi tujuan wisata turis Israel.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.