Serangan di Irak tewaskan 82 orang

Serangan di Irak Hak atas foto Reuters
Image caption Gelombang serangan kembali melanda Irak mulai dari Baghdad hingga Kirkuk.

Beberapa serangan dengan sasaran pasukan keamanan di sejumlah lokasi di Irak menewaskan sedikitnya 82 orang dan melukai lebih dari 112 orang.

Pos-pos pemeriksaan polisi diserang dengan bom mobil dan pangkalan-pangkalan militer diserang dengan mortir pada hari Senin (23/07).

Dalam satu serangan tunggal di Provinsi Salaheddin, 15 tentara tewas. Serangan bom mobil juga terjadi di ibukota Baghdad dan sekitarnya.

"Itu merupakan ledakan dahsyat," kata Mohammed Munim, 35, yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri di kawasan Sadr City, Baghdad.

"Satu-satunya hal yang saya ingat adalah asap dan api yang berada di mana-mana," lanjutnya.

Serangan di Sadr City, Baghdad tersebut diduga dilakukan dengan bom mobil dan menewaskan 16 orang.

Para pejabat medis menuturkan sejumlah ledakan terjadi di kota Taji dan juga Kirkuk, Irak utara.

"Apa kesalahan orang-orang malang ini," tanya seorang warga di Taji, Ali Hussein.

"Mereka bekerja untuk mencari nafkah. Ini adalah pasar miskin dan orang-orang berada di sini untuk berbelanja ketika ledakan terjadi. Mengapa hal ini terjadi," keluhnya.

Serangan kali ini tercatat sebagai serangan paling mematikan di Irak sejak 13 Juni ketika gelombang pengeboman pada saat itu menewaskan 84 orag dan melukai hampir 300 orang.

Secara keseluruhan jumlah korban tewas pada bulan Juni mencapai sedikitnya 237 orang dan menjadikan Juni sebagai bulan paling berdarah sejak penarikan mundur pasukan Amerika Serikat pada Desember 2011.

Berita terkait