Suriah janji tak akan gunakan senjata kimia

Terbaru  23 Juli 2012 - 20:07 WIB
Jihad Makdissi

Jihad Makdissi mengatakan Suriah baru akan menggunakan senjata kimia bila diserang.

Suriah menegaskan tidak akan menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri, tetapi akan menggunakan senjata kimia bila mendapat serangan dari luar.

Penegasan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi dalam jumpa pers yang disiarkan televisi pemerintah pada Senin, 23 Juli.

"Semua senjata kimia atau biologi tidak akan pernah digunakan, saya ulang, tidak akan pernah digunakan dalam krisis Suriah, apapun perkembangan internal dalam krisis ini," kata Makdissi.

"Semua jenis senjata ini disimpan dan dijaga oleh Angkatan Bersenjata Suriah dan di bawah pengawasan langsung Angkatan Bersenjata, dan tidak akan digunakan kecuali bila Suriah menghadapi agresi asing," tambahnya.

Sejauh ini Suriah secara resmi tidak mengaku menyimpan senjata kimia. Suriah tidak menandatangani Konvensi Senjata Kimia yang melarang produksi senjata kimia.

Negara-negara Barat dan Israel sangat khawatir Suriah mungkin menggunakan persediaan senjata kimia, lapor wartawan BBC di Lebanon, Jim Muir.

Kekhawatiran itu diperkuat oleh pernyataan politisi paling senior Suriah yang membelot ke oposisi, Nawaf al-Fares.

Sanksi Eropa

Tank pemerintah Suriah

Pertempuran terjadi di Damaskus dan Aleppo, kota terbesar kedua.

Pada 16 Juli, Nawaf al-Fares mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Suriah tidak akan bersikap ragu-ragu untuk menggunakan senjata kimia bila terpaksa.

Mantan Duta Besar Suriah untuk Irak itu mengatakan laporan-laporan yang tidak bisa dikukuhkan menunjukkan senjata kimia kemungkinan telah digunakan.

Namun kubu oposisi belum melaporkan temuan pengggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah.

Sementara itu Uni Eropa memperketat sanksi terhadap Suriah. Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa dalam pertemuan di Brussels sepakat untuk membekukan aset dan memberlakukan larangan bepergian bagi 29 orang lagi dari lingkaran Presiden Bashar al-Assad.

Mereka juga memperketat peraturan mengenai penanganan kargo yang dicurigai berisi senjata dengan tujuan Suriah. Pengiriman kargo mencurigakan kini harus diperiksa apabila melewati negara-negara Uni Eropa.

Menurut warrtawan BBC di Brussels Matthew Price, pengetatan sanksi terkait kargo itu mungkin berdampak kecil sebab sebagian besar senjata yang dikirim ke Suriah tidak melewati wilayah Uni Eropa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.