Liga Arab serukan Presiden Suriah mundur

Pertemuan Liga Arab Hak atas foto AP
Image caption Para menteri luar negeri Liga Arab meminta Presiden Assad mundur.

Para menteri luar negeri Liga Arab menyerukan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad agar segera mengundurkan diri dan menawarkan jalan ke luar yang aman dari Suriah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani menyusul pertemuan tingkat menteri luar negeri Liga Arab di ibukota Qatar, Doha, pada Senin dini hari (23/07).

"Ada kesepakatan tentang perlunya pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad," kata Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani kepada para wartawan.

Perdana Menteri Qatar meminta Assad untuk mengambil keputusan "berani" untuk menyelamatkan negaranya yang dilanda peperangan.

Di samping itu, para menteri luar negeri yang tergabung dalam Liga Arab juga mengeluarkan pernyataan menyerukan kepada oposisi Suriah untuk membentuk pemerintahan transisi.

"Kami menyerukan kepada oposisi dan Tentara Pembebasan Suriah untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional," jelas Sheikh Hamad.

Menurutnya, hanya satu negara anggota Liga Arab yang menyampaikan keberatan atas sikap akhir yang dikeluarkan organisasi tersebut.

Meningkatkan serangan

Wartawan BBC di Beirut, Jim Muir, melaporkan seruan kepada Presiden Bashar al-Assad tampaknya tidak akan diindahkan.

Presiden Bashar al-Assad mengadakan pertemuan dengan kepala staf angakatan darat yang baru dan memberikan sejumlah perintah termasuk meningkatkan upaya menumpas pemberontak bersenjata, kata Muir.

Peningkatan penumpasan terhadap kelompok-kelompok yang oleh pemerintah dikatakan sebagai "teroris" dipusatkan di Damaskus dan Aleppo, kota terbesar kedua setelah Damaskus.

Sementara itu pasukan pemerintah merebut kembali dua distrik, Barzeh dan Mezzeh di Damaskus. Televisi pemerintah melaporkan sebagian orang yang tewas dalam pertempuran adalah tentara Arab bayaran.

Media resmi pemerintah juga melaporkan kemajuan serupa dicapai dalam memperebutkan kota Aleppo.

Para komandan pemberontak berjanji akan menguasai penuh kota dan akan menggunakannya sebagai pangkalan untuk membebaskan seluruh negeri, tetapi media pemerintah melaporkan banyak pemberontak bersenjata telah melarikan diri ke Turki.

Berita terkait