Sekjen PBB serukan kerja sama dalam traktat persenjataan global

Terbaru  27 Juli 2012 - 10:46 WIB
pistol

Traktat perdagangan senjata sudah dibahas selama enam tahun

Sekjen PBB mendesak negara-negara untuk menjembatani perbedaan menjelang tenggat waktu Jumat untuk rancangan perjanjian global untuk mengendalikan perdagangan senjata internasional.

Ban Ki-moon mengatakan bahwa "kemajuan yang sangat terbatas" dibuat dalam 30 hari pembicaraan di New York.

Perdagangan senjata global diperkirakan bernilai antara $60 miliar dan $70 miliar setiap tahun.

AS dan Rusia, dua negara eksportir senjata terbesar di dunia, dan Cina meragukan perjanjian internasional.

AS sudah lama menentang publikasi pelaporan ekspor amunisi dalam teks apa pun dan Cina tidak ingin persenjataan kecil dimasukkan. Baik Rusia dan Cina juga mencari bbatasan-batasan untuk menjadi rekomendasi terhadap undang-undang kemanusiaan.

Negara-negara lain yang telah menyatakan kecemasan terhadap kesepakatan ini antara lain Suriah, Korea Utara, Iran, Kuba dan Aljazair.

Keyakinan

Rancangan traktat apa pun yang muncul dari pembicaraan itu harus disetujui secara anonim, secara efektif memberikan semua negara kekuasaan veto.

Ban mendesak negara-negara yang terlibat negosiasi untuk "bekerja dengan keyakinan dapat menjembatani perbedaan."

Pemasok senjata dunia utama

  • United States
  • Russia
  • Germany
  • France
  • United Kingdom

"Kita berhutang pada semua warga sipil tidak berdosa yang menjadi korban konflik dan kekerasan bersenjata," kata dia.

Sekitar 750.000 orang tewas akibat senjata api setiap tahun.

Juru bicara misi Inggris untuk PBB mengatakan persetujuan baru sudah dekat.

Juru bicara itu, yang dikutip oleh AP, mengatakan teks baru tersebut adalah "sebuah kemajuan penting" dan bahwa "kesepakatan bersejarah" untuk mengatur perdagangan internasional dalam persenjataan konvensional kini "sangat dekat."

Hari Kamis, kelompok bipartisan yang terdiri dari 51 senator AS mengancam akan menentang kesepakatan apa pun yang mengancan hak konstitusional untuk memiliki senjata.

Negosiasi mengenai traktat untuk membakukan standar yang sama untuk perdagangan global adalah hasil dari kampanye enam tahun oleh koalisi organisasi non-pemerintah, termasuk Amnesti Internasional dan Oxfam.

Para pemimpin kampanye itu menegaskan bahwa jika traktat diveto, maka hal itu dapat dibawa ke Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara dengan dua pertiga mayoritas.

Wartawan diplomatik BBC, Jonathan Marcus, mengatakan bahwa perdagangan senjata ilegal atau yang tidak diatur secara benar berkontribusi terhadap sindrom, memperparah konflik, meningkatkan korupsi, dan merongrong pembangunan di bagian-bagian dunia miskin.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.