Proyek pipa limbah di Cina dibatalkan

Terbaru  28 Juli 2012 - 19:19 WIB
Demonstrasi di Qidong

Sebagian pengunjuk rasa memaksa masuk ke kantor-kantor pemerintah.

Pemerintah Cina mengatakan rencana proyek pembangunan jaringan pipa air limbah di kota Qidong dibatalkan setelah ribuan warga memprotes proyek tersebut.

Kantor berita resmi Cina Xinhua melaporkan ribuan warga Qidong, dekat Shanghai, memenuhi jalan-jalan untuk menentang pembangunan pipa pembuangan limbah karena khawatir akan menimbulkan polusi, tetapi mereka membubarkan diri setelah mendengar pengumuman pemerintah pada Sabtu, 28 Juli.

Zhang Guohua, Walikota Nantong, mengatakan pemerintah akan membatalkan jaringan pipa pembuangan limbah yang semula direncanakan untuk menyalurkan limbah dari sebuah pabrik milik Jepang ke laut melalui kota Qidong.

Pembangunan jaringan pipa merupakan bagian dari proyek pendirian pabrik kertas milik Jepang, Oji Paper Group, di Nantong. Sejauh ini pemerihtah tidak menjelaskan apakah rencana pembangunan pabrik juga dibatalkan.

Oji sebelumnya mengatakan air limbah baru akan dibuang setelah diolah sesuai dengan standar nasional Cina.

"Perlindungan lingkungan merupakan prioritas penting bagi perusahaan kami," tegas Oji seperti dikutip kantor berita AP.

Ongkos pembangunan

"Pemerintah mengatakan akan menghentikan proyek, tetapi saya tidak puas. Tak seorang pun puas."

Seorang pengunjuk rasa

Bagaimanapun para pemrotes tidak mempercayai pernyataan Oji dan menyatakan pembangunan pipa limbah akan menimbulkan polusi air di kawasan pesisir.

"Limbah pabrik sudah bisa dipastikan menimbulkan polusi. Kalau dibuang ke sungai, itu akan mencemari laut, akan berdampak pada lingkungan kita. Kita harus memikirkan masa depan, kita tidak bisa hanya memikirkan keuntungan jutaan dolar yang kemungkinan besar akan masuk ke kantong para pejabat," kata seorang pengunjuk rasa.

Sebagian pemrotes lainnya tidak percaya dengan janji pemerintah membatalkan proyek.

"Pemerintah mengatakan akan menghentikan proyek, tetapi saya tidak puas. Tak seorang pun puas," kata seorang pria.

Demonstrasi di Qidong berjalan rusuh. Sebagian dari ribuan pengunjuk rasa mendobrak kantor-kantor pemerintah dan memecahkan komputer. Mereka juga mengobrak-abrik meja dan melempar dokumen ke luar jendela.

Unjuk rasa kali ini merupakan bentuk kemarahan terbaru warga Cina terhadap polusi.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan pembangunan cepat selama 30 tahun terakhir telah menimbulkan ongkos besar, dampak buruk terhadap lingkungan. Tetapi warga semakin vokal menyuarakan penentangan terhadap proyek-proyek industri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.