Aktivis Korsel mengaku disiksa aparat Cina

Terbaru  31 Juli 2012 - 22:36 WIB
Kim Young-hwan

Kim Young-hwan mengaku disetrum dan dipukuli aparat Cina.

Pemerintah Korea Selatan menawarkan dukungan kepada Kim Young-hwan, aktvis yang mengaku disiksa polisi Cina karena membantu para pengungsi Korea Utara.

Juru bicara pemerintah Korea Selatan mengatakan pihaknya mendukung keinginan Kim Young-hwan agar kasus dugaan penyiksaan dirinya diselidiki oleh PBB.

Ia juga mengatakan pemerintah Korea Selatan bersedia mewawancarai ratusan warga Korea Selatan lain yang ditahan di Cina untuk mengetahui apakah mereka disiksa.

Kim Young-hwan ditangkap 29 Maret lalu di Cina karena dianggap mengancam keamanan nasional. Ia dideportasi pada 20 Juli.

Dalam wawancara dengan surat kabar Chosun Ilbo, Kim Young-hwan mengatakan dirinya sempat disetrum pada bagian dada dan punggung kemudian dipukuli, dan tidak dibolehkan tidur selama beberapa hari oleh aparat keamanan Cina.

Bertemu Kim Il-sung

Kim Young-hwan pernah memimpin partai kiri bawah tanah dan bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Il-sung di Pyongyang, pada 1991.

Namun ia kemudian menjadi salah satu pengecam rezim Korea Utara yang paling keras.

Ia sekarang bekerja untuk organisasi hak asasi manusia di Seoul.

Korea Utara menggambarkan Kim Young-hwan sebagai pengkhianat dan mengancam akan menghukum dirinya.

Pyongyang menuduh Kim Young-hwan dan aktivis-aktivis lain bekerja sama dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan tindak terorisme di Korea Utara.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.