Anak lelaki Gaddafi ingin disidang di Den Haag

Terbaru  1 Agustus 2012 - 12:22 WIB

Saif al-Islam didakwa dengan tuduhan pelanggaran HAM.

Saif al-Islam, anak lelaki Gaddafi menginginkan pengadilan terhadap dirinya berlangsung di Den Haag, ketimbang di Libia.

Kuasa hukum Saif al-Islam mengatakan, jika dia dieksekusi mati setelah pengadilan di Libia maka itu sama dengan pembunuhan, demikian isi dokumen yang dikirim ke Mahkamah Kriminal Internasional, ICC.

Pemerintah sementara Libia sejauh ini menolak untuk menyerahkannya untuk diadili di markas ICC di Belanda, dengan alasan bahwa dia semestinya mengahadapi persidangan di negaranya sendiri.

Saif al-Islam, 40, berhasil ditangkap oleh milisi di kota Zintan. Dia di dakwa ICC dengan tuduhan pelanggaran kemanusiaan.

Sedangkan ayahnya Muammar Kolonel Gaddafi, yang berkuasa selama 42 tahun, tewas terbunuh dalam situasi yang tidak jelas setelah ditangkap pemberontak pada Oktober silam, dalam sebuah tindakan yang dikecam oleh pegiat HAM.

'Penjaga palsu'

''Saya tidak takut mati tetapi jika anda mengeksekusi saya setelah persidangan semacam ini, anda bisa menyebutnya sebagai pembunuhan,'' demikian kata Saif al-Islam dikutip kuasa hukumnya.

Bulan Juni lalu, sebuah tim yang dikirim ICC ditangkap dan ditahan selama tiga pekan setelah bertemu dengan Saif al-Islam.

Dalam dokumen yang dikirim ke ICC terungkap bahwa dalam pertemuan tersebut, seorang pejabat yang berpura-pura buta huruf, menyamar sebagai penjaga dan menghentikan pengacara ICC untuk mengambil pernyataan tersumpah dari Saif al-Islam.

''Penjaga itu, yang ternyata adalah Ahmed Amer, seorang anggota majelis yang berbicara beberapa bahasa, sengaja ditempatkan di ruangan guna menipu delegasi,'' demikian isi dokumen tersebut, seperti yang dilaporkan Reuters.

"Dia kembali ke ruangan dan di hadapan perwakilan ICC dan penterjemah, dia mulai berteriak bahwa pertemuan tersebut sangat berbahaya, melanggar keamanan nasional Libia.''

Pertemuan antara ICC dengan Sauf al-Islam kemudian langsung dihentikan setelah berlangsung selama 45 menit dan dokumen mereka disita, serta anggota tim ditahan.

Pejabat Libia menuduh pengacara Melinda Taylor, yang memimpin delegasi ICC, menyelundupkan perlengkapan mata-mata dan sebuah surat berkode ke Saif al-Islam selama pertemuan.

Dalam sebuah pernyataan Melinda Taylor mengatakan pengadilan putra mendiang Muammar Gaddafi, Saif al-Islam, di Libia tidak akan berlangsung netral.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.