O'Neill dilantik sebagai perdana menteri Papua Nugini

papua new guinea Hak atas foto AP
Image caption Michael Somare, kiri, dan Peter O'Neill setuju berdamai

Parlemen Papua Nugini memilih Peter O'Neill sebagai perdana menteri, mengakhiri ketegangan politik di negara itu.

O'Neill mendapat 94 suara, setelah mantan pemimpin dan lawan politiknya Sir Michael Somare setuju untuk mendukungnya.

Keduanya mengklaim posisi perdana menteri dalam perebutan kepemimpinan yang pada satu titik berdampak pada upaya kudeta oleh sekelompok pejabat militer.

O'Neill telah diambil sumpahnya sebagai pemimpin negara itu.

Pemilihannya dilakukan usai pemungutan suara Juni lalu dimana Kongres Nasional Rakyat memenangi kursi terbanyak.

Pemungutan suara itu dilaksanakan satu tahun pasca ketidakstabilan yang dipicu oleh keputusan parlemen untuk mengumumkan kekosongan posisi perdana menteri setelah Somare meninggalkan negara itu untuk perawatan kesehatan.

Para legislator memilih O'Neill sebagai pengganti Somare, tetapi Mahkamah Agung kemudian menyatakan keputusan itu ilegal dan mengembalikan jabatan Somare.

Bulan lalu Somare setuju untuk mendukung O'Neill dalam upayanya membentuk pemerintahan baru.

"Pemerintahan yang stabil sangat penting bagi negara kita," kata dia saat itu.

Berita terkait