Saham Standard Chartered merosot terkait transaksi Iran

Terbaru  8 Agustus 2012 - 02:02 WIB
Standard Chartered

Standard Chartered menyatakan telah mengkaji semua transaksi keuangan yang terkait dengan Iran.

Saham-saham bank Inggris, Standard Chartered, turun tajam setelah regulator keuangan di New York menuduh bank menyembunyikan lebih dari US$250 miliar dalam transaksi ilegal dengan Iran.

Dalam perdagangan Selasa, 7 Agustus, saham-saham Standard Chartered merosot hampir tanpa kendali meskipun manajemen bank telah membantah keras tuduhan bahwa Standard Chartered "berkomplot" secara gelap dengan Iran untuk mencucikan uang.

Harga saham Standard Chartered di bursa FTSE 100, London turun 16,76%. Dalam penutupan perdagangan, harga saham Standard Chartered ditutup dengan harga 1.223 pence sehingga nilai bank merosot hampir £6 miliar hanya dalam waktu satu hari.

Saham bank yang berpusat di Inggris tersebut juga turun di bursa-bursa Asia termasuk di Hong Kong.

Regulator keuangan, New York State Department of Financial Services atau Departemen Jasa Keuangan New York mengatakan bank yang bermarkas di Inggris itu melakukan pencucian uang sebesar US$250 miliar selama hampir satu dekade.

Departemen Jasa Keuangan New York mengatakan bank menyembunyikan transaksi "untuk lembaga-lembaga keuangan Iran" yang terkena pemberlakukan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Izin terancam

Standard Chartered dituduh menyembunyikan sebanyak 60.000 transaksi rahasia. Menurut otorita keuangan, Standard Chartered memalsukan perintah pembayaran dengan menghapus pesan-pesan data tidak diinginkan yang menunjukkan nasabahnya adalah lembaga atau orang Iran.

Departemen Jasa Keuangan New York menyebutkan masalah ini akan dibahas dalam acara dengar pendapat resmi terkait kemungkinan "peninjauan penalti keuangan".

Di Amerika Serikat, Standard Chartered pada saat ini hanya beroperasi di New York dan izin perbankan di kota tersebut terancam dicabut.

Standard Chartered mengumumkan semua transaksi yang dilakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Amerika Serkat.

Bank telah melakukan kajian atas semua transaksi yang ada hubungannya dengan Iran antara 2001 hingga 2007 dan memberikan data terbaru kepada otorita Amerika terkait hasil kajiannya.

"Seperti yang telah kami sampaikan kepada pihak berwenang, sebanyak 99,9% transaksi terkait Iran sudah sesuai dengan peraturan U-turn," kata Standard Chartered.

"Total nilai transasksi yang tidak sesuai dengan peraturan U-turn kurang dari US$14 juta," tambah pernyataan bank.

Transaksi U-turn adalah transaksi yang dimulai dari luar wilayah Amerika Serikat yang dilakukan oleh bank-bank asing selain bank Iran yang melawati sistem perbankan Amerika dalam perjalanan ke bank-bank asing non-Iran.

Aliran dana minyak Iran

Tuduhan terhadap Standard Chartered ini adalah tuduhan terbaru dari rangkaian dugaan pelanggaran peraturan yang diberikan otorita di New York kepada bank-bank Inggris.

Pada 2010, Barclays didenda sebesar US$298 juta dalam kasus pelanggaran hukum perdagangan karena memfasilitasi transaksi yang
melibatkan bank-bank dari negara-negara yang terkena sanksi Amerika Serikata, antara lain Kuba, Iran dan Sudan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.