TKW Nepal di bawah 30 tahun dilarang bekerja di Timteng

Terbaru  9 Agustus 2012 - 22:55 WIB
nepal_protes_timur_tengah

Pekerja perempuan dari kawasan Asia Selatan kerap mengalami pelecehan seksual di Timur Tengah.

Nepal melarang perempuan di bawah 30 tahun bekerja di negara Timur Tengah di tengah kekhawatiran bahwa mereka akan mengalami eksploitasi.

Keluhan umum yang kerap terdengar dari para pekerja di kawasan di antaranya adalah pelecehan seksual, kondisi lingkungan kerja yang buruk, dan gaji yang kerap tidak dibayar.

Langkah ini diambil setelah mencabut larangan pengiriman tenaga kerja wanita ke Timur Tengah yang diterapkan selama 12 tahun.

Namun satu setengah tahun lalu mereka mencabut larangan tersebut dan kemudian diberlakukan kembali pekan ini setelah publik Nepal marah terhadap laporan adanya pelecehan seksual yang menimpa seorang pekerja perempuan di Kuwait.

Perempuan korban pelecehan seksual itu kemudian memutuskan bunuh diri setelah mengalami pelecehan.

Satu laporan menyebutkan setiap hari sekitar 1000 warga Nepal meninggalkan negara itu ke berbagai negara Timur Tengah dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Banyak laporan

Saat ini diperkirakan ada sekitar 200.000 perempuan Nepal bekerja di kawasan itu dengan status tidak resmi.

Kondisi mereka ini sangat rentan dan Kedutaan Nepal di kawasan Timur Tengah mengatakan mereka telah mengurusi banyak kasus pekerja perempuan yang mencari perlindungan yang diduga mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual.

"Para pekerja perempuan muda itu kerap dilaporkan telah mengalami kekerasan seksual dan ekploitasi fisik saat bekerja di negara-negara Teluk," kata Menteri Informasi Nepal, Raj Kishor Yadav, seperti dikutip dari harian berbahasa Inggris, Himalayan Times.

"Sehingga kabinet memutuskan untuk memberikan batas perlindungan umur kepada para pekerja migran yang ada di negara Teluk. Perempuan di atas 30 tahun tidak memiliki risiko tinggi menjadi korban eksploitasi."

Langkah Nepal ini mengikuti kebijakan serupa yang dilakukan oleh Indonesia akhir tahun lalu.

Sebelumnya pada bulan Juni lalu, Kenya juga mengumumkan larangan kepada pria dan wanita untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negara-negara Timur Tengah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.