Presiden Korsel kunjungi pulau sengketa

Lee Myung-bak Hak atas foto AP
Image caption Lee Myung-bak merupakan presiden Korsel pertama yang mengunjungi pulau sengketa.

Presiden Korea Utara berkunjung ke pulau sengketa yang juga diklaim oleh Jepang. Kunjungan ini disebutkan dapat memicu ketegangan diplomatik kedua negara.

Presiden Lee Myung-bak menuju pulau, yang sekarang dikenal sebagai Dokdo di Korea Selatan dan oleh Jepang disebut Takeshima.

Kantor berita Jepang Kyodo melaporkan Jepang telah memanggil duta besar Korea Selatan memprotes kunjungan tersebut.

Korea Selatan dan Jepang mengaku memiliki klaim sejarah terkait pulau tersebut, dan masalah itu telah terjadi cukup lama dalam hubungan kedua negara.

Pulau, yang berjarak cukup jauh dari kedua negara ini, berukuran kecil tetapi mengandung kekayaan laut yang cukup besar, perikanan dan juga cadangan gas.

Korea Selatan telah mengontrol pulau ini sejak 1954 dan menempatkan penjaga di wilayah itu.

Lee merupakan presiden pertama Korsel yang mengunjungi pulau itu. Kunjungan itu disampaikan oleh juru bicaranya pada Jumat (10/8).

"Jika kunjungan dilakukan, itu akan berlawanan dengan posisi negara kami dan kami sangat mendesak agar dibatalkan," kata Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba kepada wartawan.

"Kami harus meresponnya secara tegas."

Dia mengatakan kunjungan itu "akan memberikan dampak besar" terhadap hubungan kedua negara.

Presiden Korsel akan berkunjung ke Pulau Ulleung sebelum menuju daerah sengketa, seperti disampaikan oleh juru bicaranya.

Kunjungan Lee bersamaan dengan tim kedua negara yang bertanding untuk merebut medali perunggu.

Dan juga terjadi sebelum Korea Selatan memperingati masa berakhirnya kekuasaan kolonial Jepang di negara tersebut.

Berita terkait