Kunjungan ke kuil perang membuat negara tetangga Jepang marah

Terbaru  15 Agustus 2012 - 17:00 WIB
Kunjungan ke kuil Yasukuni

Para veteran perang Jepang menggelar upacara khusus di kuil Yasukuni.

Negara-negara tetangga Jepang menyatakan kemarahan atas kunjungan dua menteri ke kuil kontroversial di Tokyo, hari Rabu (15/08) yang menjadi simbol penghormatan terhadap tentara Jepang, termasuk penjahat perang.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan Jepang harus menghormati perasaan para korban agresi Jepang.

Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, mengatakan peluang untuk mendekatkan hubungan yang lebih dekat dengan Jepang saat ini makin kecil.

Presiden Lee juga mendesak Jepang bertanggung jawab terhadap wanita-wanita yang dipaksa menjadi budak seks Jepang selama Perang Dunia Kedua.

"Tindakan Jepang melanggar hak-hak asasi para wanita tersebut sekaligus pelanggaran HAM secara universal," kata Lee Myung-bak, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Pada hari Selasa pemerintah di Seoul mendesak para pejabat Jepang untuk tidak mengunjungi kuil Yasukuni.

Penyesalan

"Selama perang Jepang menyebabkan kerugian, kerusakan, dan kesengsaraan di banyak negara, khususnya rakyat di negara-negara Asia."

Yoshihiko Noda

Jin Matsubara dan Yuichiro Hata menjadi menteri pertama dari Partai Demokrat Jepang yang mengunjungi kuil ini sejak berkuasa tiga tahun lalu.

Kunjungan ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 67 tahun kekalahan Jepang di Perang Dunia Kedua.

Di Jepang peringatan ini ditandai dengan hening cipta, yang diikuti oleh 6.000 orang, termasuk di antaranya Kaisar Akihito dan Perdana Menteri Yoshihiko Noda.

Dalam salah satu sambutan, PM Noda menyatakan penyelesalan, namun tidak sampai mengeluarkan permohonan maaf secara terbuka.

"Selama perang Jepang menyebabkan kerugian, kerusakan, dan kesengsaraan di banyak negara, khususnya rakyat di negara-negara Asia," kata Noda.

"Kami sangat menyesalkannya," katanya.

Kaisar Akihito sementara itu berharap insiden ini tidak akan pernah terjadi dalam sejarah dunia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.