Polisi Jepang tahan belasan aktivis Cina

Terbaru  16 Agustus 2012 - 12:00 WIB
Senkaku

Kepolisian Jepang menangkap para aktivis yang mengibarkan bendera di Pulau Senkaku yang masih diperbat.

Kepolisian Jepang memindahkan 12 orang aktivis Cina yang mendarat di pulau sengketa ke Okinawa untuk menjalani pemeriksaan meski memicu perselisihan diplomatik.

Kelompok aktivis itu berlayar dari Hong Kong ke kepulauan yang di Jepang disebut Senkaku sementara warga Cina menyebutnya Diayou.

Lima aktivis yang mendarat di kepulaian itu dan mengibarkan bendera sudah tiba di Naha, Okinawa. Sedangkan tujuh lainnya akan tiba kemudian.

Jumlah seluruh aktivis ini kemungkinan besar adalah 14 orang yang beberapa di antaranya adalah wartawan dan awak kapal.

Kantor berita Jepang NHK kemungkinan besar kelompok aktivis itu akan dideportasi kembali ke Cina jika ditetapkan tidak melakukan hal-hal ilegal.

"Mereka akan dipindahkan ke Biro Imigrasi Jepang dan kemudian dikirimkan kembali ke Hong Kong," seorang juru bicara Pengawas Pantai Jepang seperti dikutip berbagai media Cina.

Dikepung polisi

Kelompok ini berlayar pada Minggu (12/8) dan saat mendekat kawasan sengketa, kapal-kapal penjaga pantai Jepang langsung mengepung kapal Cina itu.

Melihat kepungan ini, tujuh orang aktivis melompat ke laut dan berenang menuju salah satu pulau.

Lima aktivis langsung ditahan begitu mencapai pantai. Sedangkan dua orang lainnya kembali ke kapal yang kemudian juga ditahan karena dianggap memasuki wilayah Jepang tanpa izin.

Ini adalah kali pertama sebuah kapal asing berhasil mendarat di kepulauan yang disengketakan sejak 2004 lalu.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura mengatakan Jepang sudah mengirimkan nota protes diplomatik ke Cina dan Hong Kong.

Sedangkan pemerintah Cina melakui kementerian luar negeri meminta Jepang segera membebaskan para aktivis itu.

Suhu politik Cina dan Jepang memanas beberapa bulan belakangan ini terkait status sejumlah pulau di Laut Cina Selatan.

Taiwan juga mengklaim hak atas kepulauan Senkaku yang selama ini menjadi wilayah prefektur Okinawa.

Meski kepulauan itu sebagian besar tak berpenghuni namun berada di jalur pelayaran yang sibuk, memiliki populasi ikan yang besar dan diduga mengandung deposit minyak yang berlimpah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.