Jepang 'amankan' kepulauan sengketa

Terbaru  19 Agustus 2012 - 10:14 WIB
Japan Senkaku

Para aktivis Jepang mengibarkan bendera negaranya di Kepulauan Senkaku yang disengketakan.

Sedikitnya 10 aktivis Jepang mendarat di kepulauan Senkaku yang masih disengketakan dengan beberapa negara terutama Cina.

Para aktivis itu berenang ke pantai kepulauan yang dalam bahasa Cina dikenal dengan nama Diayou itu setelah diangkut oleh sebuah kapal yang total berisi 150 orang.

Seorang wartawan kantor berita AFP yang ikut dalam pelayaran itu melaporkan kapal pengangkut sudah merapat di pulau utama Uotsurijima saat matahari terbit.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kepulauan ini adalah milik kami. Masa depan Jepang dipertaruhkan di sini," kata Kenichi Kojima, seorang politisi lokal kepada AFP.

Pendaratan aktivis ini semakin memanaskan perselisihan diplomatik antara Jepang dan Cina beberapa hari belakangan ini.

Apalagi Cina sudah memperingatkan bahwa kepulauan itu masih berstatus sengketa dan Jepang tidak berhak melakukan apapun di sana.

"Semua tindakan yang diambil Jepang di kepulauan Diayou adalah ilegal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Qin Gan.

Jepang secara de facto mengontrol kepulauan ini namun kepulauan yang terletak di jalur perdagangan strategis dan diduga memiliki kandungan gas luar biasa itu juga diklaim Cina dan Taiwan.

Sejarah sengketa

Anti Jepang

Seorang demonstran merobek bendera militer Jepang di depan Kedubes Jepang di Hong Kong.

Jepang meluncurkan pelayaran ke kepulauan sengketa pada Sabtu (18/8) dengan alasan untuk mengenang tentara Jepang yang tewas di dekat kepulauan itu pada Perang Dunia II.

Padahal Cina sudah memperingatkan sebelumnya bahwa ekspedisi itu sama dengan tidak menghormati kedaulatan wilayah Cina.

Tetapi, aktivis Cina melakukan hal sama awal pekan ini yaitu berlayar, mendarat dan mengibarkan bendera Cina di wilayah yang masih diperebutkan itu.

Kepolisian Jepang menahan para aktivis itu namun setelah melakukan interogasi, para aktivis itu kemudian dibebaskan.

Perebutan kepulauan ini sudah berlangsung lama dan bahkan pernah membuat hubungan Jepang dan Cina dibekukan.

Cina mengklaim kepulauan itu adalah wilayahnya sejak jaman dahulu, namun Jepang menegaskan mereka menguasai kepulauan itu di akhir 1890-an setelah memastikan kepulauan itu tak berpenghuni.

Pada September 2010, hubungan kedua negara sempat memanas setelah Jepang menahan kapten kapal pencari ikan Cina yang kedapatan bekerja di sekitar kepulauan itu.

Jepang menuduh sang kapten kapal menabrak dua kapal patroli Jepang di wilayah itu. Jepang akhirnya mencabut tuduhan itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.