Parlemen Somalia akan pilih presiden baru

Terbaru  20 Agustus 2012 - 12:59 WIB
Presiden Somalia

Sheikh Sharif Sheikh Ahmed calon kuat presiden baru Somalia yang segera dipilih.

Parlemen baru Somalia tengah bersiap untuk melakukan pemungutan suara memilih seorang presiden baru negeri itu.

Parlemen seharusnya terdiri atas 275 anggota majelis rendah dan54 anggota majelis tinggi akan melaksanakan tugasnya pada Senin (20/8).

Saat ini baru terdapat 215 anggota parlemen, namun jumlah itu sudah cukup untuk memilih seorang presiden baru.

Pemilihan presiden ini akan menandai berakhirnya masa tugas pemerintahan transisi dukungan PBB yang bertugas selama delapan tahun terakhir.

Presiden Sheikh Sharif Sheikh Ahmed yang memegang tampuk pemerintahan sejak 2009 lalu nampanya menjadi kandidat kuat.

Tetapi, Presiden Ahmed adalah sosok kontroversial bagi negara Barat dan menurut penelitian PBB terbaru di masa pemerintahannya korupsi marak terjadi.

"Penggelapan sistematis, penyalahgunaan dana dan pencurian uang publik justru menjadi sebuah sistem dalam pemerintahan," demikian isi laporan yang dirilis Juli lalu itu.

Sementara itu, utusan PBB untuk Somalia Augustine Mahiga melaporkan penyuapan dan intimidasi sangat kental dalam pemilihan para anggota parlemen.

Momen kritis

Peta Somalia

Sebagian besar wilayah Somalia masih dikuasai kelompok militan al-Shabab.

Sebelumnya, perwakilan dari komunitas internasional berangkat ke ibukota Somalia, Mogadishu untuk pembicaraan akhir dengan Presiden Ahmed soal masakah tanda pengenal bagi para anggota parlemen.

Presiden menahan sejumlah kartu tanda pengenal setelah anggota parlemen terpilih menolak sejumlah proposal yang diajukan suku asal sang presiden.

Editor BBC Siaran Afrika, Martin Plaut mengatakan saat ini adalah momen kritis bagi Somalia untuk memutus masa lalu yang penuh kepentingan diri sendiri dan sistem panglima perang lokal.

"Sejak penggulingan Presiden Siad Barre pada 1991, Somalia dikuasai panglima perang, fundamentalis Islam dan campur tangan negara tetangganya," kata Plaut.

Sementara PBB berharap dengan pemilihan presiden baru ini akan membawa sistem politik baru untuk Somalia yang akan dijalankan para politisi generasi baru termasuk di dalamnya representasi memadai kaum perempuan Somalia.

Dengan bantuan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, pemerintahan sementara Somalia berhasil mengambil alih kendali ibukota Mogadishu dari tangan kelompok militan Al Shabab.

Namun, al-Shabab yang terafiliasi dengan al-Qaeda masih menguasai banyak tempat di bagian tengah dan selatan Somalia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.